Tsiqohlah Kepada Tuhanmu

Pertama:

Saat Nabi Yusuf as. berada di dalam penjara, ia mendapatkan predikat: inna naroka minal muhsinin (sesunguhnya, kami melihat dirimu termasuk orang-orang yang selalu berbuat baik). (Q.S. Yusuf: 36).

Label dan predikat yang sama juga didapatkan oleh nabi Yusuf as. setelah beliau menjadi pejabat tinggi di negeri Mesir dan menjadi penanggung jawab urusan logistic bagi seluruh negeri Mesir dan bahkan dan negeri-negeri sekitarnya. (Q.S. Yusuf: 78).

Pelajaran penting dari fakta ini menyatakan bahwa: “bahan baku yang bagus, tidak akan berubah, meskipun situasi dan kondisi berubah”. Nabi Yusuf as. antara dia di dalam penjara dan di dalam istana, label dan predikatnya tetap sama: inna naroka minal muhsinin (sesunguhnya, kami melihat dirimu termasuk orang-orang yang selalu berbuat baik).

Kedua:

Di dalam istana, dan saat berada di “puncak kemenangannya” atas saudara-saudaranya, nabi Yusuf berkata: ana Yusufu wa hadza akhi (saya adalah Yusuf dan ini adalah saudara lelaki ku).

Saat itu, nabi Yusuf as. tidak berkata: ana ‘azizu Mishra (Saya pejabat tinggi Mesir), justru, ia menyebut namanya begitu saja, tanpa gelar, tanpa embel-embel.

Begitulah jiwa yang luhur, ia tidak memandang jabatan, kedudukan dan posisi serta menjadikannya sesuatu banget.

Surat Yusuf, surat yang ke-12 menurut urutan mushaf Al-Qur’an, disebut sebagai ahsanul qashash, diantara rahasianya adalah karena dia satu-satunya surat Al-Qur’an yang diawali dengan mimpi dan berujung dengan wujud factual dari mimpi itu.

Dengan hal ini seakan Allah SWT memberitahukan kepada kita agar kita berpegang teguh dengan “mimpi” kita.

Juga mengajarkan kepada kita bahwa:

  • Yang sakit akan sembuh.
  • Yang hilang akan kembali.
  • Yang berduka akan bergembira.
  • Yang sedang terkena malapetaka, yakinlah bahwa malapetaka itu akan berlalu dan sirna.
  • Dan bahwasanya siapa saja yang memiliki tujuan, ia akan menggapai dan mencapai tujuannya itu.

Jadi, seakan tidak ada yang mustahil dalam kehidupan ini, dan ketahuilah bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang Maha berkuasa atas segala sesuatu.

  1. Saat nabi Musa as. berjalan di suatu malam yang gelap gulita, menuju ke suatu titik api, demi mendapatkan penerangan, ia sama sekali tidak menduga, terlintas di dalam benaknya pun tidak pernah, bahwa, dia yang masih mendengar suara nafasnya yang terengah-engah, dan masih merasakan fisiknya yang kelelahan, bahwa dia sedang menuju ke suatu tempat di mana dia akan mendengar Allah Rabbul ‘Alamin berbicara kepadanya. Jadi… tetap tsiqoh lah kepada Tuhanmu!
  1. Nabi Ibrahim as. saat menggeletakkan satu-satunya putranya, dan yang telah lama ditunggu kehadirannya olehnya .. Dan saat nabi Ibrahim as. telah menghunus pisaunya untuk menyembelih putra kesayangannya itu .. Sementara nabi Isma’il as. terus menerus mengulangi pernyataannya: if’al ma tu’mar (ayahku, lakukanlah apa yang engkau diperintah).. Keduanya tidak pernah mengetahui bahwa ada seekor domba telah lama dipelihara di surga, dipersiapkan untuk saat yang genting itu .. Oleh karena itu .. tetap tsiqoh lah kamu kepada Tuhanmu!
  1. Saat nabi Nuh as. memanjatkan do’a: anni maghlubun fantashir (ya Allah.. sesungguhnya aku telah tidak berdaya, oleh karena itu, berikanlah pertolongan kepadaku) (Q.S. Al-Qamar: 10), sama sekali tidak terbersit dalam benak beliau bahwa Allah SWT akan memerintahkan kepada beliau agar beliau membuat kapal, untuk menyelamatkan mereka yang beriman dan menenggelamkan seluruh manusia, demi memenuhi do’a dan keluhan nabi yang telah berda’wah 950 tahun itu! Untuk itu .. tetap tsiqoh lah kepada Tuhanmu!
  1. Ada seorang bayi yang kemudian diketahui bernama Musa. Jeritan tangisnya memenuhi dan menyayat perasaan seluruh penjuru istana Fir’aun. Bayi itu menolak air susu setiap perempuan yang didatangkan untuknya, sehingga seluruh istana Fir’aun menjadi gempar dan kebingungan: Asiyah .. seluruh perempuan yang telah siap menyusuinya .. para pengawal .. dan … Seluruh kompleksitas dari kesibukan istana Fir’aun itu ternyata hanya demi menjaga hati seorang perempuan, nun jauh di sana, yang sangat rindu kepada putranya yang telah ia hanyutkan ke dalam sungai Nil. Allah SWT maha Penyayang kepada perempuan itu, dan juga kepada bayinya, maka didatangkanlah perempuan itu ke dalam istna Fir’aun, bertemulah ia dengan putra yang sangat disayang dan dirindukannya itu, dan menyusu lah bayi itu kepadanya! Semua ini adalah tadbir Rabbani .. Jadi .. tetap tsiqoh lah kamu kepada Tuhanmu!
  1. Nabi Yunus as. terperangkap di dalam perut ikan di dalam lautan. Di mana-mana gelap, depan gelap, belakang gelap, atas gelap, bawah gelap, gelap di dalam gelap, gelapnya perut ikan, di dalam gelapnya lautan. Ada kemungkinan berbagai duka nestapa menghinggapi nabi Yunus as. saat itu. Lalu ia teringat kepada Tuhannya, kepada Allah SWT, maka meluncurlah kalimat dzikir: la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz zhalimin (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau ya Allah, Maha Suci Engkau yang Allah, sesungguhnya, aku termasuk orang-orang yang zhalim) (Q.S. Al-Anbiya: 87). Lalu, Allah SWT pun merespon do’anya, penyesalannya dan taubatnya, maka Allah SWT selamatkan nabi Yunus as. dari segala bentuk duka nestapa (Q.S. Al-Anbiya: 88). Jadi.. tetap tsiqoh lah kamu kepada Tuhanmu!
  1. Nabi Muhammad saw. tergeletak di atas tempat tidur beliau, dalam keadaan berduka: istri tercinta beliau wafat, paman beliau wafat .. maka Allah SWT menghiburnya dengan peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Dalam peristiwa itu, beliau bertemu dengan ruh para nabi dan perjalanannya beliau disertai oleh para malaikat.. Jadi .. tetap tsiqoh lah kamu kepada Tuhanmu!
  1. Saat nabi Yusuf as. hendak Allah SWT keluarkan dari dalam penjara. Allah SWT tidak mengirimkan halilintar yang menghancurkan pintu dapenjara… Allah SWT juga tidak memerintahkan kepada dinding penjara agar rekah, pecah dan hancur… Namun, Allah SWT mengirimkan mimpi, yang secara lembut tanpa menimbulkan suara berisik apa pun. Mimpi itu berjalan dengan tenang memasuki istana raja, lalu masuk ke alam mimpi sang raja saat sang raja itu sedang tidur .. Jadi .. tetap tsiqoh lah kamu kepada Tuhanmu!

Jadi.. angkat kedua tanganmu, tengadahkan ke langit, dengan penuh ketundukan dan kekhusyu’an, lalu panjatkan permohonanmu ke atas tujuh langit .. kepada Tuhan yang Maha Bijaksana, lagi Maha Pemurah ..

Kita adalah kaum, yang jika dunia menyempit bagi kita, maka yakinlah bahwa langit menjadi terbuka seluas-luasnya …

Oleh karena itu.. jangan kamu berputus asa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *