Taufiq Ilahi

Taufiq artinya Allah SWT berkenan memberikan hidayah, petunjuk dan bimbingan kepada kita.

Taufiq artinya, pilihan-pilihan kita, terkait dengan berbagai urusan kita, menemukan titik temunya dengan ridha dan mahabbah Allah SWT.

Taufiq artinya, daya, upaya dan usaha kita bertemu dengan kehendak Allah SWT.

Untuk mendapatkan taufiq dalam arti yang seperti itu, apa rahasianya?

Rahasianya terletak pada tempat, adakah tempat itu pantas, cocok dan tepat bagi bersemayamnya taufiq Allah SWT?

Tempat yang dimaksud di sini adalah hati. Ya hati, qalbu, sebab, hati atau qalbu adalah:

  • Gudang tempat menampung ilmu.
  • Gudang tempat menampung tauhid.
  • Tempat yang dilihat oleh Allah SWT.

Tentunya, hati atau qalbu yang dimaksud adalah hati yang baik (shalih), hati yang bersih (salim).

Allah SWT berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ . إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ [الشعراء: 88 – 89].

(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (Q.S. Asy-Syu’ara: 88 – 89).

Rasulullah saw. bersabda:

عَنِ النُّعْمَانِ بْنَ بَشِيرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَقُولُ: «… أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ» (متفق عليه: البخاري [52]، ومسلم [1599]).

Dari an-Nu’man bin Basyir ra. ia berkata: saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: « … dan ingatlah bahwa sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika dia rusak, maka rusak pula seluruh tubuh, ingatlah bahwa segumpal daging itu adalah qalbu, hati» (HR. Muttafaqun ‘alaih: Bukhari [52] dan Muslim [1599]).

Dalam hadits yang lain, Rasulullah saw. bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ» (رواه مسلم [2564]).

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: «Sesungguhnya Allah SWT. tidak melihat kepada bentuk rupa kalian, dan juga tidak melihat kepada harta kalian, namun, Allah SWT melihat kepada hati dan amal kalian» (HR. Muslim [2564]).

Hati manusia itu mirip dengan sebuah wadah, yang bisa diisi kebaikan, dan bisa juga diisi keburukan. Agar kita sebagai hamba Allah SWT mendapatkan taufik dari-Nya, hati kita itu harus kita perbaiki agar menjadi hati yang shalih. Hati kita juga harus kita bersihkan, agar menjadi hati yang salim, lalu, hati kita itu kita isi dengan kebaikan-kebaikan.

Allah SWT berfirman:

{ … إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا …} [الأنفال: 70]

… “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik … (Q.S. Al-Anfal: 70).

Jadi, hati kita mesti kita isi dengan:

  • Keikhlasan dan ketulusan.
  • Kejujuran, khususnya jujur dengan Allah SWT.
  • Ilmu, khususnya ilmu agama yang semakin membuat kita yakin dengan agama Allah.
  • Pemahaman yang benar terhadap ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya.
  • Bashiroh… dan sebagainya yang merupakan wujud dari yang dimaksud oleh kata KHAIRAN yang berarti kebaikan, ya, kebaikan apa saja, dan apa saja yang baik.

Jika kita telah memperlakukan tempat bersemayamnya taufiq Allah SWT sedemikian rupa, insyaAllah, Allah SWT berkenan, memberikan taufiq-Nya kepada kita, amin, ya Rabbal ‘Alamin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *