Tadabbur Singkat Ibnul Qayyim Terhadap Surat Al-‘Ashr

كتاب

Terkadang, sebagian ulama’ mengungkapkan khathirah qur’aniyyah-nya, atau lintasan tadabbur singkatnya bukan di kitab tafsir, dan bukan pula di suatu pengajian tafsir. Namun, bisa saja ungkapan khathirah qur’aniyyah-nya itu tertuang di “sela-sela” tulisannya di buku atau kitab lain selain kitab tafsir.

Diantara contoh yang menjelaskan hal ini adalah khathirah qur’aniyyah atau lintasan tadabbur singkat yang ditulis oleh Ibnul Qayyim saat beliau menulis kalimat muqaddimah terhadap kitab Madarijus-Salikin Baina Manazili Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in.

Pada momentum kali ini, khathirah qur’aniyyah beliau terkait dengan surat “Al-‘Ashr”, sebuah surat yang sangat pendek yang selalu menjadi bahan taushiyyah dan pengingat bagi setiap muslim saat hendak berpisah dari sebuah pertemu dan perjumpa dengan muslim lainnya, betapapun singkat perjumpaan dan pertemuan tersebut.

Berikut adalah khathirah Qur’aniyyah yang saya maksud, dengan memberi sedikit tekanan dan penegasan, semoga bermanfaat, amin:

لَمَّا كَانَ كَمَالُ الْإِنْسَانِ إِنَّمَا هُوَ بِالْعِلْمِ النَّافِعِ، وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ، وَهُمَا الْهُدَى وَدِينُ الْحَقِّ، وَبِتَكْمِيلِهِ لِغَيْرِهِ فِي هَذَيْنِ الْأَمْرَيْنِ،

Kesempurnaan manusia tidak bisa terjadi kecuali dengan:

  1. Ilmu yang bermanfaat, dan
  2. Amal shalih.

Ilmu yang bermanfaat dan amal shalih ini tidak lain adalah hidayah (petunjuk) dan agama yang benar.

  1. Serta upaya manusia itu untuk menyempurnakan selain dirinya dalam ilmu dan amal shalih itu (berdakwah).

[Hal inilah yang oleh ulama’ lain diistilahkan dengan istilah: أَصْلِحْ نَفْسَكَ، وَادْعُ غَيْرَكَ atau perbaiki dirimu dan dakwahi orang lain]

[Perbaiki dirimu dengan ilmu yang bermanfaat dan dengan amal shalih, dan ajak selain dirimu untuk juga memperbaiki dirinya dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih.

كَمَا قَالَ تَعَالَى {وَالْعَصْرِ – إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ – إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ} [العصر: 1 – 3]

[Selanjutnya, Ibnul Qayyim menjelaskan dalil yang menjelaskan kalimat pembuka di atas. Ia berkata:]

Sebagaimana firman Allah SWT:

Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran (Q.S. Al-‘Ashr: 1 – 3).

أَقْسَمَ سُبْحَانَهُ أَنَّ كُلَّ أَحَدٍ خَاسِرٌ إِلَّا مَنْ كَمَّلَ قُوَّتَهُ الْعِلْمِيَّةَ بِالْإِيمَانِ، وَقُوَّتَهُ الْعَمَلِيَّةَ بِالْعَمَلِ الصَّالِحِ، وَكَمَّلَ غَيْرَهُ بِالتَّوْصِيَةِ بِالْحَقِّ وَالصَّبْرِ عَلَيْهِ،

[Oleh Ibnul Qayyim, surat Al-‘Ashr ini diambil pelajarannya sebagai berikut:]

Dalam surat Al-‘Ashr ini Allah SWT bersumpah bahwa semua orang senantiasa dalam kerugian kecuali:

  1. Orang yang menyempurnakan kekuatan ilmiahnya dengan beriman, dan
  2. Orang yang menyempurnakan kekuatan amalnya dengan mengerjakan amal shalih, serta
  3. Orang yang menyempurnakan orang lainnya dengan memberi taushiyah atau nasihat dengan kebenaran dan bersabar di atas jalan kebenaran ini.

فَالْحَقُّ هُوَ الْإِيمَانُ وَالْعَمَلُ، وَلَا يَتِمَّانِ إِلَّا بِالصَّبْرِ عَلَيْهِمَا، وَالتَّوَاصِي بِهِمَا

[Selanjutnya, Ibnul Qayyim menjelaskan tentang apa itu kebenaran, maka ia berkata:]

Jadi, kebenaran itu adalah iman dan amal, sedangkan iman dan amal tidak bisa sempurna kecuali dengan bersabar di atas keimanan dan amal, dan juga dengan saling berwasiat dengan keduanya.

[Selanjutnya, Ibnul Qayyim memberikan taushiyah-nya demi menjelaskan kiat atau cara untuk menggapai kandungan surat Al-‘Ashr. Beliau berkata:]

كَانَ حَقِيقًا بِالْإِنْسَانِ أَنْ يُنْفِقَ سَاعَاتِ عُمْرِهِ بَلْ أَنْفَاسَهُ فِيمَا يَنَالُ بِهِ الْمَطَالِبَ الْعَالِيَةَ، وَيَخْلُصُ بِهِ مِنَ الْخُسْرَانِ الْمُبِينِ، وَلَيْسَ ذَلِكَ إِلَّا بِالْإِقْبَالِ عَلَى الْقُرْآنِ وَتَفَهُّمِهِ وَتَدَبُّرِهِ وَاسْتِخْرَاجِ كُنُوزِهِ وَإِثَارَةِ دَفَائِنِهِ، وَصَرْفِ الْعِنَايَةِ إِلَيْهِ، وَالْعُكُوفِ بِالْهِمَّةِ عَلَيْهِ، فَإِنَّهُ الْكَفِيلُ بِمَصَالِحِ الْعِبَادِ فِي الْمَعَاشِ وَالْمَعَادِ، وَالْمُوَصِّلُ لَهُمْ إِلَى سَبِيلِ الرَّشَادِ.

Oleh karena inilah, sudah semestinya jika manusia menghabiskan banyak waktu dari umurnya, bahkan nafas-nafasnya di jalan yang dengannya ia dapat meraih nilai-nilai tinggi dan menyelamatkan dirinya dari kerugian yang nyata.

Dan hal ini tidak dapat terjadi kecuali dengan cara:

  1. Kembali dan selalu melihat Al-Qur’an.
  2. Berupaya memahaminya.
  3. Melakukan tadabbur terhadapnya.
  4. Menggali dan mengeluarkan isi gudangnya.
  5. Memancing keluar hal-hal yang masih terpendam di dalamnya.
  6. Memusatkan perhatian kepadanya, dan
  7. Selalu membersamainya dengan penuh semangat kepadanya.

Sebab, kiat-kiat dan cara-cara inilah yang menjamin tergapainya berbagai kemaslahatan hamba di dunia dan akhirat, serta inilah jalan bagi mereka untuk mencapai jalan yang benar.

Semoga bermanfaat, amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *