Surat Al-Fatihah Sebagai Ikrar Rutin Seorang Muslim

Lagi-lagi, ini adalah bukti lain dari enaknya berkawan dengan orang-orang baik: di mana dia selalu mengirimi (memposting) ilmu-ilmu yang insyaAllah bermanfaat dan berkah.

Kali ini, kiriman dia saya beri judul: Surat Al-Fatihah Sebagai Ikrar Rutin Setiap Muslim

Bagaimana tidak?

Setiap hari, seorang muslim selalu memperbaharui janji, ikrar dan komitemennya saat ia mengucapkan:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan

Dan perlu diketahui bahwa kehidupan kita itu memanjang dari bismillahirrahmanirrahim, berlanjut ke: alhamdulillahi rabbil ‘alamin, dan teruus memanjang sehingga sampai kepada ghairilmaghdhubi ‘alaihim waldh-dhallin.

Oleh karena itu, diperlukan adanya al-wafa’ (kesetiaan) terhadap seluruh janji, ikrar dan komitmen ini dengan hati yang selalu merasa senang dan berbahagia saat mendengar pernyataan: arrahmanirrahim.

Juga dengan hati yang dipenuhi oleh rasa pengagungan terhadap pernyataan:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Yang menguasai di Hari Pembalasan

Diramu dengan hati yang tertunduk penuh harap saat mengucapkan permohonan:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus

Juga diwarnai oleh rasa takut dari kemungkinan terseret oleh jalan: orang-orang yang dimurkai oleh Allah SWT, dana tau jalan orang-orang yang tersesat.

Sungguh, ini merupakan janji, ikrar dan komitmen yang sangat agung, yang tertuang dalam sebuah surat Al-Qur’an yang paling agung…

Semoga nilai, makna dan arti janji, ikrar dan komitmen yang agung ini pun disadari dan dipahami oleh hati yang akan menjadi agung pula, amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *