Sunnatullah Akan Berlaku

muqassir

Gambar di atas adalah quote dari tulisan DR. Jamal Abdul Sattar, seorang ulama’ Al-Azhar. Saya mendapatkan tulisan beliau yang berjudul: “Al-Mufarrithun al-Muqashshirun” dari salah satu group di medsos yang saya ikut di dalamnya.

Ada yang menggelitik hati dan pikiran saya dari quote di atas.

Selama ini, saya sering mendapatkan “sosialisasi” bahwa penjahat (mujrim), pasti akan dihukum oleh Allah SWT.

Begitu juga dengan orang-orang zhalim. Apa lagi kaum mu’tadin (orang-orang yang melanggar dan merampas hak orang lain tanpa adanya kebenaran yang mengijinkannya.

Menggelitik hati dan pikiran saya, karena, biasanya, kita hanya focus pada point itu, point bahwa penjahat, penjarah, perampas, orang-orang zhalim, pasti akan dihukum oleh Allah SWT. Titik. Sampai di situ saja.

Namun, tulisan DR. Jamal yang quote nya ada di atas itu, seakan menyadarkan saya, membanggunkan saya tentang adanya “sisi mata uang” yang terlewatkan, yaitu, bahwa, orang-orang yang mufarrithun muqashshirun juga akan “dihukum” pula oleh Allah SWT.

Mufarrithun Muqashshirun adalah orang-orang yang tidak mau bekerja. Tidak mau berusaha. Tidak mau bersungguh-sungguh dalam bekerja dan dalam berusaha. Tidak mau berjuang. Tidak mau capek. Tidak mau lelah. Tidak mau berkorban. Intinya, orang-orang yang tidak mau aktif-positif. Semua kosa kata “aktif-positif” ditambahkan pada awalnya kosa kata: “tidak mau”. Itulah yang disebut dengan mufarrithun muqashshirun.

Dan ternyata, sunnatullah, hukum Allah, ketentuan Allah, tidak hanya “menghukum” mereka yang “zhalim” (dalam arti yang khusus) saja.

Namun, sunnatullah, juga akan berlaku kepada mufarrithun muqashshirun.

Artinya, mereka pun juga akan “dihukum” oleh Allah SWT melalui sunnah-Nya.

Lalu apa bentuk “hukuman” kepada mufarrithun muqashshirun itu?

Tentu sangat banyak.

Diantaranya, dalam kontek kehidupan duniawi (yang ukhrawi sudah sangat dipahami):

  1. Hilangnya keberkahan.
  2. Terlambatnya kemenangan, atau bahkan kemenangan yang tidak kunjung datang.
  3. Dominasi orang jahat dan zhalim atas “orang-orang shalih”, dsb.

Kira-kira, singkatnya begini: kalau anda tidur terus, atau banyak tidur, meskipun anda seorang muslim yang “shalih”, bagaimana anda akan mendapatkan hasil? Lha kerja serta usaha saja tidak ada?!!

Sebaliknya, meskipun seseorang itu kafir, zhalim, tukang ngerampas hak, (memang dia berdosa, dan di akhirat masuk neraka), namun, jika ia bekerja, berusaha, bersungguh-sungguh, berkurban, kurang rehat saking rajinnya bekerja, kurang tidur, karena menambah jam kerja, maka ia pun akan menuai hasil dari kerja dan usahanya. Sebab ini adalah sunnatullah dalam konteks duniawi ini.

Ya Allah…

Bimbinglah kami, agar tidak termasuk golongan mufarrithun muqashshirun, amin.

sumber: http://tekad.id/2016/09/22/sunnatullah-akan-berlaku/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *