Siapa Pencabut Nyawa?

Saat membca Al-Qur’an, akan didapati, terkadang urusan “mencabut nyawa” itu dinisbatkan kepada Allah SWT, terkadang dinisbatkan kepada satu malaikat “juru pati” (malakul maut), dan terkadang dinisbatkan kepada para malaikat (rusuluna).

Penisbatan kematian kepada Allah SWT dapat dipahami dari firman Allah SWT:

{اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِها} [الزمر: 42]

Allah memegang nyawa seseorang pada saat kematiannya (Q.S. Az-Zumar: 42).

Penisbatan “pencabutan nyawa” kepada satu malaikat “juru pati” (malakul maut) dapat dipahami dari firman Allah SWT:

{قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ} [السجدة: 11]

Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Rabbmulah kamu akan dikembalikan. (Q.S. As-Sajdah: 11).

Penisbatan “pencabutan nyawa” kepada para malaikat (rusuluna) dapat dipahami dari firman Allah SWT:

{حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ} [الأنعام: 61]

… sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (Q.S. Al-An’am: 61).

Oleh sebagian kalangan, mungkin hal ini akan dianggap sebagai ayat-ayat yang kontradiktif.

Namun, bagi para ulama’, hal ini tidaklah saling bertentangan dan kontradiksi.

Terkait dengan hal ini, Imam Fakhruddin ar-Razi (w. 606 H) menjelaskan sebagai berikut:

Bahwa, yang mematikan, pada hakekatnya adalah Allah SWT. Karenanya, ada beberapa ayat yang menisbatkan kematian kepada Allah SWT.

Hanya saja, dalam pelaksaan “pencabutan nyawa”, Allah SWT mendelegasikannya kepada para malaikat melalui hukum sebab akibat. Terkait dengan “pencabutan nyawa” ini, Allah SWT mendelegasikannya kepada satu malaikat “juru pati” yang mengepalai banyak malaikat untuk tugas yang sama sebagai pengikut dan “pembantu-pembantu”-nya. Karena ada satu malaikat yang mengepalai tugas “pencabutan nyawa’ ini, maka terdapat ayat yang menisbatkan kematian kepadanya.

Dan juga karena ada banyak malaikat yang menjadi pengikut dan “pembantu” dalam urusan kematian ini, maka terdapat pula ayat yang menisbatkan kematian kepada mereka. Wallahu a’lam.

Lihat: Mafatihul Ghaib (26/457).

sumber:

Siapa Pencabut Nyawa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *