Sering-Seringlah Menghapus!

Alkisah, ada seorang anak muda telah sukses melangsungkan pernikahannya.

Setelah beberapa hari hidup berumah tangga dengan istrinya dan telah hidup mandiri berpisah dengan kedua orang tua dan saudara-saudaranya, datang lah sang ayah mengunjungi rumah baru sang pemuda, anaknya yang baru berumah tangga itu.

Dengan sangat senang dan gembira sang pemuda itu menyambut dan menerima kehadiran sang ayah.

Seuatu yang mengejutkan terjadi, sebab, tiba-tiba sang ayah meminta kepada sang pemuda untuk menghadirkan kertas, pensil dan penghapus (setip).

Pemuda: untuk apa ayah?

Ayah: penuhi saja apa yang saya minta dan laksanakan permintaan ayah dengan sebaik-baiknya.

Pemuda: baik ayah, siyap laksanakan!

Setelah kertas, pensil dan setip itu tersedia, sang ayah berkata kepada sang pemuda: “tulislah sesuatu, kalimat apa saja, atau gambar apa saja pada kertas yang kamu hadirkan itu”.

Pemuda: siyap, laksanakan!

Selesai sang pemuda menuliskan sebuah kalimat pada kertas itu, sang ayah berkata: “sekarang, tolong hapus apa yang kamu tulis dengan setip itu!”.

Pemuda: sudah saya laksanakan ayah! Ada perintah lagi kah?

Ayah: sekarang, tulis dan buat coretan atau kalimat baru pada kertas itu!

Pemuda: siyap ayah!

Namun, pada wajah sang pemuda, mulai muncul tanda tanya.

Pemuda: sudah selesai ayah!

Ayah: sekarang, hapus lagi coretan dan tulisan itu!

Pemuda: sudah saya hapus coretan dan tulisan pada kertas ini ayah

Dan pada wajah sang pemuda, semakin menguat tanda penasarannya.

Dan sang ayah berkali-kali meminta kepada sang pemuda untuk menulis pada kertas itu, dan selesai ditulis sang meminta kepada sang pemuda untuk menghapusnya!??

Maka bertanyalah sang pemuda pengantin baru itu kepada sang ayah: sebenarnya, apa maksud ayah dengan semua ini, mulai pening kepala saya oleh rasa penasaran??!!

Maka, dengan penuh bijak, sang ayah menjelaskan:

Kehidupan berumah tangga, kehidupan suami istri, kehidupan seorang lelaki dan seorang perempuan dan mengikat diri dengan ikatan pernikahan itu, pada setiap harinya, akan mengalami coretan, goresan dan catatan-catatan, utamanya yang negatif-negatif.

Bahkan, sering sekali, coretan, goresan dan catatan-catatan negatif itu seakan berupa ukiran dan pahatan di dalam jiwa yang sangat dalam.

Demi menjaga kelanggengan dan kebahagiaan kehidupan berumah tanggamu, kamu harus rajin dan sering serta pandai-pandai dalam menghapus semua coretan, goresan dan catatan-catatan itu. Bahkan harus mampu menghilangkan ukiran dan pahatan sekalipun!

Jika tidak, maka, dalam waktu cepat nan singkat, buku kehidupan rumah tanggamu itu, akan segera dipenuhi oleh goresan, coretan dan catatan hitam!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *