Ruang Itu Hanya Dia Yang Dapat Mengisinya

Terkadang, kalau bukan malah sering, syetan itu sedemikian rupa meniupkan bisikan-bisikan jahat kepada manusia.

Contohnya, bagaimana syetan itu meniupkan bisikan kepada saudara-saudara nabi Yusuf as. agar nabi Ya’kub as., ayah mereka, melakukan suatu move tashfiyah (pembersihan), atau tahmisy (peminggiran, penyingkiran) terhadap nabi Yusuf as. dari mereka.

Target mereka, agar terjadi yang namanya: yakhlu lakum wajhu abikum, agar perhatian ayah mereka tertumpah hanya kepada mereka saja.

Begitulah syetan berbisik, agar di lapangan, atau kehidupan yang sedang berjalan dan dijalani, hanya ada mereka saja, dan mau tidak mau, terpaksa, perhatian ayah mereka hanya tertuju dan bahkan tertumpah hanya kepada mereka sahaja (Q.S. Yusuf: 9).

Lalu, sandiwara, drama, scenario dan bahkan “operasi” pun mereka susun sedemikian rupa, sehingga pada akhirnya, mereka “berhasil” meminggirkan nabi Yusuf as. dari sisi ayah mereka, menyingkirkannya, dan bahkan sempat terpikir, untuk “membersihkannya” dari lingkungan ayah mereka, dan nabi Yusuf as. pun “hilang” dari mereka dan dari lingkungan ayah mereka.

Lalu, berhasilkah mereka mendapatkan target, tujuan dan cita-cita mereka? yaitu: terjadinya suatu kondisi yang mereka sebut sebagai: yakhlu lakum wajhu abikum??!!

Sama sekali tidak.

Faktanya, setelah berlalu 40 tahun menurut satu riwayat, dan bahkan 80 tahun menurut riwayat yang lain, dan setelah terjadi peristiwa demi peristiwa, kejadian demi kejadian, toh akhirnya ayah mereka, yaitu nabi Ya’kub as. berkata:

Ya asafa ‘ala Yusufa, “aduhai duka citaku kepada Yusuf”. (Q.S. Yusuf: 84).

Tetap saja, hati nabi Ya’kub as. itu teringat kepada nabi Yusuf as!!!

Yang demikian ini karena, di dalam hati nabi Ya’kub as. ada satu ruang yang tidak bisa diisi kecuali oleh nabi Yusuf as. tempat itu hanya dia yang bisa mengisinya!!!

Padahal, kalau dipikir-pikir:

Bukankah nabi Yusuf as. sudah dimakan oleh serigala semenjak 40 atau 80 tahun yang lalu?!!!

Bukankah di sisi nabi Ya’kub as. terdapat 12 atau sebelas anak yang mengelilinginya?!!!

Bukankah 11 atau 12 anak lebih daripada cukup untuk mengisi ruangan itu?!!!

Tidak, dan ternyata tidak.

Memang saudara-saudara nabi Yusuf itu “telah berhasil” melakukan tahmisy (peminggiran, penyingkiran), dan bahkan tashfiyah (pembersihan) terhadap nabi Yusuf as.

Namun, adakah mereka sukses dalam mengisi satu ruang di hati ayah mereka (nabi Ya’kub as.)??

Tidak, sama sekali tidak.

Sebab, tempat itu hanya dia (nabi Yusuf as.) yang dapat mengisinya, tidak tergantikan oleh apa pun, dan oleh siapa pun!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *