Renungan 10 Muharam

Renungan Pertama:

Memang enak berteman dengan orang-orang shalih. “tombo ati iku limo perkorone: … kaping telu wongkang sholeh kumpulano”. “Obat hati ada lima: … nomor tiga berkumpullah dengan orang shalih”.

Diantara bukti dan wujud dari enaknya berteman dengan orang shalih adalah, pagi ini saya dapat kiriman (postingan) renungan di bawah ini.

Selamat menyimak, semoga ada manfaatnya, amin.

Hari ini adalah hari ke 10 dari bulan Muharram 1439 H (menurut sebagian ahli penanggalan).

Dahulu kala, kira-kira 3 atau 4 ribu tahun yang lalu, pada suatu malam, mungkin malam ke-9 dari bulan Muharram, nabi Musa as. Membawa pergi Bani Israil dari kungkungan kekejaman dan kekejian rezim Fir’aun. Ia bawa mereka untuk jauh meninggalan negeri Mesir. Dan ternyata, kepergian mereka dikuntit (dikejar) oleh Fir’aun dan bala tentaranya.

Allah SWT berfirman:

فَأَسْرِ بِعِبَادِي لَيْلًا إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ [الدخان: 23]

 (Allah berfirman): “Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hamba-Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar. (Q.S. Ad-Dukhan: 23).

Padahal, waktu itu, nabi Musa as. dan kaumnya dalam keadaan lemah, cemas, khawatir dan bahkan banyak dari mereka yang dalam keadaan ketakutan.

Namun, pada hari seperti pada hari ini, maksudnya, pada 10 Muharram, dunia berubah, dan jagad seakan jungkir balik.

Orang-orang yang tadinya lemah, cemas, penuh kekhawatiran dan bahkan diselimuti oleh ketakutan yang amat sangat, berubah menjadi orang-orang yang tenang, bergembira dan bersuka cita, dan yang lemah pun mulai merangkak meninggalkan kelemahannya.

Sementara, kaum yang “selama ini” congkak, sombong, lalim dan kejam, bahkan mengaku sebagai tuhan, hancur binasa dan tenggelam di lautan.

Allah SWT berfirman:

فَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ [الشعراء: 63]

Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (Q.S. Asy-Syu’ara: 63).

Jadi … sejarah bisa berubah 180 derajat hanya dalam tempo sesaat! Dengan seijin Allah SWT. Oleh karena itu, jangan risau saudaraku, dan tetaplah bersandar kepada Allah SWT dalam semua urusanmu!

Renungan Kedua:

Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَى إِنَّا لَمُدْرَكُونَ . قَالَ كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ [الشعراء: 61 – 62].

Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”. Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. (Q.S. Asy-Syu’ara: 61 – 62).

Terkadang, orang yang paling dekat dengan dirimu, justru malah membuatmu cemas, bahkan malah menakut-nakutimu.

Saat hal itu terjadi, jangan hiraukan kerisauan, kecemasan dan ketakutan mereka. Sebaliknya, dengarkan dengan baik suara hatimu, suara spiritualmu, suara keyakinanmu!

Dan itulah yang dahulu dialami oleh nabi Musa as. Orang-orang di sekelilingnya (Bani Israil) menakut-nakuti beliau. Karena memang mereka sedang berada di puncak kegalauannya, di ujung ketakutannya.

Saat itu, dengan penuh tawakkal, dengan sepenuh keyakinan dan dengan sepenuh kepasrahan kepada Allah SWT, nabi Musa as. berkata: “Kalla”, tidak akan tersusul, tidak akan terkejar, sebab bersamaku ada Tuhanku, ada Rabb-ku, Dia pasti akan memberikan bimbingan kepadaku!

Ungkapan yang penuh ke-tsiqoh-an kepada Allah SWT, penuh keyakinan akan pertolongan Allah SWT, ungkapan yang merupakan ekspresi dari ke-tawakkal-an dan ketenangan yang tidak sedikitpun tercampur oleh adanya keraguan, tunduk pasrah kepada Allah SWT, yang di Tangan-Nya, serta milik Dia-lah segala urusan berada.

Jadi…

10 Muharam mengingatkan kita kepada kisah nabiyullah Musa as. ini, kisah keselamatan beliau dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya, kisah tentang perubahan sejarah dunia dalam sekejap, dengan seijin Allah SWT, kisah tentang tsiqoh kepada Allah SWT, kisah tentang tawakkal, kisah tentang keyakinan dan kisah tentang pertolongan Allah SWT saat kita tunduk pasrah kepada-Nya.

One Comment

  1. jazakumullah khayrul jaza’ tausiyah paginya ustdz.. Mau nangis bacanya.
    Salam, saya murid antum di STIU AL-HIKMAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *