Politik Medan Sangat Penting

Wahai para aktifis dan dakwah dan para pegiat fiqih..

Ketahuilah bahwa politik adalah membersamai kehidupan masyarakat setiap dan sepanjang hari. Juga membersamai derita yang mereka alami pada setiap dan sepanjang waktu mereka, baik terkait dengan hal-hal yang akan membahagiakan mereka, maupun kezhaliman yang mereka derita!

Dan ketahuilah juga bahwa politik itu adalah interaksi dengan berbagai problematika umat.

Dengan demikian, jelas sekali politik itu bagian yang tidak dapat dapat dipisahkan dari da’wah dan dari fiqih, dan kita semua – para aktifis dakwah dan pegiat fiqih – mengetahui bahwa siapa saja yang yang tidak memahami berbagai situasi dan kondisi masyarakat, maka sama sekali ia tidak dapat disebut sebagai seorang ahli fiqih.

Saat sebagian ahli fiqih dan aktifias dakwah menyeru untuk meninggalkan politik dan talak bain dengannya, pada hakekatnya, ia menyeru kepada pemisahan agama dari kehidupan bernegara, padahal kita tahu bahwa yang menyeru demikian di masa lalu adalah para orientalis yang lalu dilanjutkan oleh kaum sekuler di masa sekarang.

Seruan untuk meninggalkan politik menunjukkan adanya kebodohan terhadap fiqih dakwah. Ia merupakan seruan untuk berpangku bahkan berlepas tangan dari membela berbagai problematika umat, yang berarti juga tidak ada wala’ dari mereka terhadap umat dan juga tidak ada bara’ dari mereka terhadap musuh-musuh umat. Bahkan bisa jadi, mereka pun tidak mau lagi mendo’akan kemenangan bagi umat dengan alasan do’a yang seperti itu termasuk politik. Dan kalau sudah demikian, di mana tempat bagi Al-Quds? Syuria dan Rohingnya dalam hati mereka?!

Seruan untuk meninggalkan politik artinya adalah seruan untuk mengosongkan lapangan kehidupan agar diborong habis oleh para musuh Islam dan yang lalu mereka seenaknya saja mempermainkan urusan kehidupan umat.

Seruan untuk meninggalkan politik artinya adalah seruan untuk tidak membela dan tidak mendukung umat, untuk tidak membela dan mendukung para aktifis dakwah, untuk tidak membela dan mendukung para pemilik obsesi bagi kejayaan umat.

Rasulullah saw bersabda:

إِذَ قَالَ الرَّحُلُ: هَلَكَ النَّاسُ فَهُوَ أَهْلَكُهُمْ

Jika seorang lelaki sudah berkata: masyarakat ini telah rusak, berarti yang berkata inilah yang paling rusak.

Seruan untuk meninggalkan politik berarti seruan kepada para aktifis dawkah agar mereka mencari berbagai kesibukan lain selain kesibukan ber-amar ma’ruf bernahi munkar, padahal, amar ma’ruf nahi munkar merupakan sebuah prinsip dalam agama, begitulah nash-nash agama menjelaskan secara gamblang ceto welo-welo.

Mencerai politik artinya beruzlah mengasingkan diri dari masyarakat dan tidak mau lagi bergaul dengan mereka, dan ini juga berarti, meninggalkan diri dari yang lebih penting untuk berasyik masyuk dengan perkara yang kurang penting, padahal Rasulullah saw bersabda:

اَلْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذِاهُمْ أَفْضَلُ مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ لَا يُخَالِطُ النَّاسَ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ

Seorang mukmin yang bergaul dengan masyarakat dan bersabar atas rasa sakit yang didapatinya dari mereka lebih baik daripada seorang mukmin yang tidak bergaul dengan mereka dan tidak bersabar atas rasa sakit yang didapatinya dari mereka.

Seruan untuk meninggalkan politik artinya adalah seruan untuk meninggalkan mimbar parlemen dan majlis permusyawaratan serta memberikan jalan mulus bagi yang tidak kompeten dan bagi musuh Islam untuk memenuhi mimbar itu.

Dan perlu diketahui bahwa seruan ini bertolak belakang dengan nash, maqashid, prinsip dan kaidah-kaidah syar’iy.

Oleh karena itu, bertakwalah kalian wahai para aktifis dakwah dan pegiat politik dalam urusan-urusan agama Allah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *