Pelaksanaan Acara Maulid Menurut Hadhratusy-Syekh Hasyim Asy’ari

قَالَ رَحِمَهُ اللهُ: يُؤْخَذُ مِنْ كَلَامِ الْعُلَمَاءِ اَلْآتِيْ ذِكْرُهُ أَنَّ الْمَوْلِدَ الَّذِيْ يَسْتَحِبُّهُ الْأَئِمَّةُ هُوَ اِجْتِمَاعُ النَّاسِ، وَقِرَاءَةُ مَا تيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ، وَرِوَايَةِ الْأَخْبَارِ اَلْوَارِدَةِ فِيْ مَبْدَأِ أَمْرِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَمَا وَقَعَ فِيْ حَمْلِهِ، وَمَوْلِدِهِ مِنَ الْإِرْهَاصَاتِ، وَمَا بَعْدَهُ مِنْ سِيَرِهِ الْمُبَارَكَاتِ، ثُمَّ يُوْضَعُ لَهُمْ طَعَامٌ يَأْكُلُوْنَهُ، وَيَنْصَرِفُوْنَ.

وَإِنْ زَادُوْا عَلَى ذَلِكَ ضَرْبَ الدُّفُوْفِ مَعَ مُرَاعَاةِ الْأَدَبِ، فَلَا بَأْسَ بِذَلِكَ.

[انظر: التنبيهات الواجبات لمن يصنع المولد بالمنكرات، ص 10 – 11]

Beliau berkata: Berdasarkan pendapat para ulama’ yang namanya akan disebutkan kemudian bahwa maulid yang disunnatkan oleh para imam adalah:

  • Berkumpulnya manusia.
  • Membaca sebagian dari Al-Qur’an.
  • Membaca riwayat yang berkenaan dengan berbagai berita terkait dengan awal mula urusan nabi Muhammad SAW, dana pa yang terjadi saat beliau dalam kandungan dan juga saat dilahirkan yang berupa berbagai peristiwa luar biasa sebagai tanda kenabian beliau SAW, dilanjutkan dengan
  • Membaca sirah beliau SAW setelah beliau SAW menjadi nabi dan rasul. Lalu
  • Disuguhkanlah makanan yang dimakan secara bersama-sama oleh mereka yang hadir dan berkumpul itu, lalu
  • Selesai dan bubar.

Dan jika mereka menambahkan adanya rebana, dengan tetap memperhatikan adab-adab Islam, maka tidak mengapa.

[dikutip dari kitab: pengingatan-pengingatan yang wajib dilakukan terhadap mereka yang melakukan maulid dengan disertai berbagai kemungkaran, hal. 10 – 11].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *