KISAH KASIH TAK SAMPAI

KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ RAHIMAHULLAH Satu fragmen yang menggambarkan tingkat tajarrud Umar bin Abdul Aziz yang luar biasa adalah kisah “cintai tak sampai”-nya beliau. Dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz pernah jatuh cinta dengan sangat berat dan mendalam terhadap budak perempuan milik istrinya, Fathimah binti Abdul Malik. Perempuan itu…

Baca Semua

Kenapa Mesti Bekerja?

  Seorang amil (pekerja, aktifis) bekerja (pertimbangan) pertama demi melaksanakan kewajiban, lalu, (pertimbanan) kedua demi mendapat pahala akhirat, lalu (pertimbangan) ketiga demi memberi manfaat kepada pihak lain. أَنَّ الْعَامِلَ يَعْمَلُ لِأَدَاءِ الْوَاجِبِ أَوَّلًا، ثُمَّ لِلْأَجْرِ الْأُخْرَوِيِّ ثَانِيًا، ثُمَّ لِلْإِفَادَةِ ثَالِثًا، Dan jika dia (pekerja, aktifis) telah bekerja, sungguh ia telah…

Baca Semua

40 Kaidah Kebahagiaan Suami-Istri (bag.4)

Kaidah-4 أَظْهِرْ تَعَبَكَ يَزْدَدْ حُبُّكَ؟؟؟ Tampakkan kelelahanmu, niscaya bertambah cintamu???!!! Kok? Kehidupan rumah tangga, bukanlah kehidupan matematis, serba terprogram dan serba ootomatis. Kehidupan rumah tangga adalah seni, termasuk seni mengelola capek dan lelah. Oleh karena itu, masing-masing dari suami dan istri pandai-pandailah dalam menampakkan rasa lelah, capek dan semacamnya. Khususnya…

Baca Semua

Pengertian Iman (Ibnu Taimiyyah)

Ibnu Taimiyyah berkata: اِسْمُ الْإِيْمَانِ قَدْ تَكَرَّرَ ذِكْرُهُ فِي الْقُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ أَكْثَرَ مِنْ ذِكْرِ سَائِرِ الْأَلْفَاظِ، وَهُوَ أَصْلُ الدِّيْنِ، وَبِهِ يَخْرُجُ النَّاسُ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ، وَيُفَرِّقُ بَيْنَ السُّعَدَاءِ وَالْأَشْقِيَاءِ، وَمَنْ يُوَالِيْ وَمَنْ يُعَادِيْ، وَالدِّيْنُ كُلُّهُ تَابِعٌ لِهَذَا، وَكُلُّ مُسْلِمٍ مُحْتَاجٌ إِلَى مَعْرِفَةِ ذَلِكَ Kosa kata “iman” tersebut berulang kali…

Baca Semua

Pengertian Iman (Sayyid Qutb)

Pengertian Iman Menurut Sayyid Qutb مَفْهُوْمُ الْإِيْمَانِ عِنْدَ سَيِّد قُطْب Saat menafsirkan ayat berikut, Sayyid Qutb – rahimahullah – berkata: يَقُوْلُ شَهِيْدُ الْإِسْلَامِ اَلْأُسْتَاذُ “سَيِّد قُطْب” رَحِمَهُ اللهُ فِيْ تَفْسِيْرِ قَوْلِهِ تَعَالَى: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu…

Baca Semua

Pengertian dan Makna Iman (Yusuf Qaradhawi)

Pengertian dan Makna Iman menurut DR. Yusuf al-Qaradhawi مَفْهُوْمُ الْإِيْمَانِ وَمَعْنَاهُ عِنْدَ الْقَرْضَاوِيِّ iman itu bukanlah semata-mata pernyataan seseorang dengan lidahnya, bahwa dia orang beriman (mukmin), … إِنَّهُ لَيْسَ مُجَرَّدَ إِعْلَانِ الْمَرْءِ بِلِسَانِهِ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ، Sebab, betapa banyak orang-orang munafik yang menyatakan: “kami telah beriman”, pernyataan dengan lidahnya, sementara hatinya…

Baca Semua

40 Kaidah Kebahagiaan Suami-Istri (bag.3)

Kaidah-3 أَيُّهَا الزّوْجَانِ: تَعَامَلَا مَعَ بَعْضِكُمَا كَالْأَطْفَالِ لَا كَالرِّجَالِ Wahai suami istri: Bersikaplah kepada pasangan kalian seperti pergaulan anak kecil, jangan seperti orang dewasa Maksudnya, hendaklah seorang suami mengalah, atau menurunkan tensi “kebesarannya” sebagai lelaki, dan hendaklah seorang istri mengalah dan menurunkan susu “pembangkangannya” juga saat terjadi perbedaan pendapat, atau…

Baca Semua

Antara Roja’ dan Ghurur

Sebagai orang beriman, kita diperintahkan untuk memiliki roja’ (harapan) dan husnuzh-zhan billah (berbaik sangka kepada Allah SWT), serta dilarang memiliki al-qunuth (patah arang) dan al-ya’su (putus asa), betatapun banyak dan besarnya dosa kita.   Allah SWT berfirman:   قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ…

Baca Semua

Da’i yang “Digendong”

Da’i yang “Digendong” Merupakan Beban bagi Dakwah! اَلدَّاعِيَةُ “اَلْمَحْمُوْلُ” عِبْءٌ عَلَى الدَّعْوَةِ! “Kalian dapati manusia seperti seratus unta, hampir-hampir seseorang tidak mendapati darinya satu unta pemikul beban”[1]. “تَجِدُوْنَ النَّاسَ كَإِبِلِ مِائَةٍ، لاَ يَجِدُ الرَّجُلُ فِيْهَا رَاحِلَةً”، بِهَذِهِ الْكَلِمَاتِ اَلْمُوْجَزَةِ اَلْبَلِيْغَةِ، وَصَفَ النَّبِيُّ ـ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ حَالَ رَكْبِ…

Baca Semua

Mengkritik Ikhwan (Mubah, Mutah, Munakh)

Mengkritik Ikhwan Antara Mubah (boleh), Mutah (Peluang) dan Munakh (Suasana) نَقْدُ اْلإِخْوَانِ بَيْنَ الْمُبَاحِ وَالْمُتَاحِ وَالْمُنَاخِ DR. Anwar Hamid د/ أَنْوَر حَامِد Kritik, dalam keadaan apa pun, berguna, termasuk kalaupun tendensius. Ia menjadi pertanda sehat, termasuk kalaupun tidak obyektif. Pernyataan ini bukan ajakan untuk tidak obyektif dalam mengkritik, atau untuk…

Baca Semua