Pengertian Iman (Ibnu Taimiyyah)

Ibnu Taimiyyah berkata: اِسْمُ الْإِيْمَانِ قَدْ تَكَرَّرَ ذِكْرُهُ فِي الْقُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ أَكْثَرَ مِنْ ذِكْرِ سَائِرِ الْأَلْفَاظِ، وَهُوَ أَصْلُ الدِّيْنِ، وَبِهِ يَخْرُجُ النَّاسُ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ، وَيُفَرِّقُ بَيْنَ السُّعَدَاءِ وَالْأَشْقِيَاءِ، وَمَنْ يُوَالِيْ وَمَنْ يُعَادِيْ، وَالدِّيْنُ كُلُّهُ تَابِعٌ لِهَذَا، وَكُلُّ مُسْلِمٍ مُحْتَاجٌ إِلَى مَعْرِفَةِ ذَلِكَ Kosa kata “iman” tersebut berulang kali…

Baca Semua

Pengertian Iman (Sayyid Qutb)

Pengertian Iman Menurut Sayyid Qutb مَفْهُوْمُ الْإِيْمَانِ عِنْدَ سَيِّد قُطْب Saat menafsirkan ayat berikut, Sayyid Qutb – rahimahullah – berkata: يَقُوْلُ شَهِيْدُ الْإِسْلَامِ اَلْأُسْتَاذُ “سَيِّد قُطْب” رَحِمَهُ اللهُ فِيْ تَفْسِيْرِ قَوْلِهِ تَعَالَى: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu…

Baca Semua

Pengertian dan Makna Iman (Yusuf Qaradhawi)

Pengertian dan Makna Iman menurut DR. Yusuf al-Qaradhawi مَفْهُوْمُ الْإِيْمَانِ وَمَعْنَاهُ عِنْدَ الْقَرْضَاوِيِّ iman itu bukanlah semata-mata pernyataan seseorang dengan lidahnya, bahwa dia orang beriman (mukmin), … إِنَّهُ لَيْسَ مُجَرَّدَ إِعْلَانِ الْمَرْءِ بِلِسَانِهِ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ، Sebab, betapa banyak orang-orang munafik yang menyatakan: “kami telah beriman”, pernyataan dengan lidahnya, sementara hatinya…

Baca Semua

40 Kaidah Kebahagiaan Suami-Istri (bag.3)

Kaidah-3 أَيُّهَا الزّوْجَانِ: تَعَامَلَا مَعَ بَعْضِكُمَا كَالْأَطْفَالِ لَا كَالرِّجَالِ Wahai suami istri: Bersikaplah kepada pasangan kalian seperti pergaulan anak kecil, jangan seperti orang dewasa Maksudnya, hendaklah seorang suami mengalah, atau menurunkan tensi “kebesarannya” sebagai lelaki, dan hendaklah seorang istri mengalah dan menurunkan susu “pembangkangannya” juga saat terjadi perbedaan pendapat, atau…

Baca Semua

Antara Roja’ dan Ghurur

Sebagai orang beriman, kita diperintahkan untuk memiliki roja’ (harapan) dan husnuzh-zhan billah (berbaik sangka kepada Allah SWT), serta dilarang memiliki al-qunuth (patah arang) dan al-ya’su (putus asa), betatapun banyak dan besarnya dosa kita.   Allah SWT berfirman:   قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ…

Baca Semua

Da’i yang “Digendong”

Da’i yang “Digendong” Merupakan Beban bagi Dakwah! اَلدَّاعِيَةُ “اَلْمَحْمُوْلُ” عِبْءٌ عَلَى الدَّعْوَةِ! “Kalian dapati manusia seperti seratus unta, hampir-hampir seseorang tidak mendapati darinya satu unta pemikul beban”[1]. “تَجِدُوْنَ النَّاسَ كَإِبِلِ مِائَةٍ، لاَ يَجِدُ الرَّجُلُ فِيْهَا رَاحِلَةً”، بِهَذِهِ الْكَلِمَاتِ اَلْمُوْجَزَةِ اَلْبَلِيْغَةِ، وَصَفَ النَّبِيُّ ـ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ حَالَ رَكْبِ…

Baca Semua

Mengkritik Ikhwan (Mubah, Mutah, Munakh)

Mengkritik Ikhwan Antara Mubah (boleh), Mutah (Peluang) dan Munakh (Suasana) نَقْدُ اْلإِخْوَانِ بَيْنَ الْمُبَاحِ وَالْمُتَاحِ وَالْمُنَاخِ DR. Anwar Hamid د/ أَنْوَر حَامِد Kritik, dalam keadaan apa pun, berguna, termasuk kalaupun tendensius. Ia menjadi pertanda sehat, termasuk kalaupun tidak obyektif. Pernyataan ini bukan ajakan untuk tidak obyektif dalam mengkritik, atau untuk…

Baca Semua

Renungan Tarbawi Akhir Tahun

Renungan Tarbawi Akhir Tahun Hijriyah وَقَفَاتٌ تَرْبَوِيَةٌ مَعَ نِهَايَةِ عَامٍ هِجْرِيٍّ Satu Tahun telah Berlalu مَضَى عَامٌ Betapa cepatnya satu tahun hijriyah ini berlalu dengan hari-hari dan bulan-bulannya!! Bagaimana ia berlalu begitu cepat? Baru saja kemaren kita menyambutnya, hari ini kita berpamitan dengannya, adakah keberkahan waktu telah hilang sementara kita…

Baca Semua

Pengangguran Haraki

PENGANGGURAN HARAKI اَلْبِطَالَةُ اَلْحَرَكِيَّةُ Jamal Zawari Ahmad جَمَال زَوَارِي أَحْمَد Syeikh Muhammad Ghazali rh berkata: “Dalam suasana pengangguran terlahir ribuan keburukan dan menetas berbagai bakteri kebinasaan, jika kerja merupakan message kehidupan, maka para penganggur adalah orang-orang yang mati, dan jika dunia ini merupakan efek dari tanaman kehidupan yang lebih besar,…

Baca Semua

Antara Amal Tarbawi dan Amal Siyasi

Hubungan antara Amal Tarbawi dan Amal Siyasi اَلْعِلاَقَةُ بَيْنَ الْعَمَلِ اَلتَّرْبَوِيِّ وَالسِّيَاسِيِّ Oleh: Syeikh Muhammad Abdullah Al-Khathib فَضِيْلَةُ الشِّيْخِ : مُحَمَّد عَبْدُ اللهِ اَلْخَطِيْبُ Amal Siyasi Islami mempunyai dua titik tolak mendasar: لِلْعَمَلِ اَلسِّيَاسِيِّ اَلإِسْلاَمِيِّ مُنْطَلِقَانِ أَسَاسِيَّانِ Pertama: Amal Siyasi Islami adalah amal sepanjang hayat, sebab, medan amal siyasi adalah…

Baca Semua