Nyindir atau Husnit-Tafsir nih?

Nyindir atau Husnit-Tafsir nih?

Selagi ngebet-ngebet buku, ketemu keterangan sebagai berikut:

قِيلَ لِبَعْضِ الْعُلَمَاءِ: إِنَّكُمْ تَقُولُونَ “الْعِلْمُ أَفْضَلُ مِنَ الْمَالِ” ثُمَّ نَرَى الْعُلَمَاءَ يَجْتَمِعُونَ عِنْدَ أَبْوَابِ الْمُلُوكِ، وَلَا نَرَى الْمُلُوكَ مُجْتَمِعِينَ عِنْدَ أَبْوَابِ الْعُلَمَاءِ؟؟!!!

Ditanyakan kepada sebagian ulama’: Kalian berkata: “Ilmu itu lebih mulia daripada harta”. Namun, faktanya, kami menyaksikan para ulama (orang-orang berilmu) berdesak-desakan di pintu para raja (penguasa) [demi mendapatkan harta dari mereka], namun kami tidak menyaksikan para raja berdesak-desakan di pintu para ulama??!!!

فَأَجَابَ الْعَالِمُ بِأَنَّ هَذَا أَيْضًا يَدُلُّ عَلَى فَضِيلَةِ الْعِلْمِ، لِأَنَّ الْعُلَمَاءَ عَلِمُوا مَا فِي الْمَالِ مِنَ الْمَنَافِعِ فَطَلَبُوهُ، وَالْجُهَّالُ لَمْ يَعْرِفُوا مَا فِي الْعِلْمِ مِنَ المنافع – فَلَا جِرْمَ – تَرَكُوْهُ. (مفاتيح الغيب [26 / 429]).

Maka sang alim menjawab: fakta itu pun menunjukkan keutamaan ilmu. Kok bisa? Ya, sebab para ulama’ mengetahui berbagai manfaat yang ada pada harta, karenanya mereka pun mencari untuk mendapatkannya, sementara orang-orang yang tidak berilmu, mereka tidak mengetahui segala manfaat yang ada pada ilmu, maka, tentu saja, mereka meninggalkan ilmu itu??!!! (Mafatihul Ghaib [26 / 429]).

Comment:

Penjelasan ini nyindir para ulama’ yang berebut harta dunia, ataukah hal ini menjelaskan tentang satu sisi dari husnit-tafsir (penafsiran yang baik) terhadap fakta dan realita yang terjadi?

3 Comments

  1. NYINDIR DAN TAFSIR YANG TEPAT

  2. nyindir sekaligus husnit tafsir

  3. kalau nyindir dijadikan nama Situs gimana ni?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *