Momentum Terhapusnya Dosa

Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, telah menyediakan bagi para hamba-Nya momentum-momentum terhapusnya dosa.

Momentum-momentum itu diantaranya:

Pertama: Ada momentum terhapusnya dosa dikarenakan seseorang masuk Islam, meninggalkan masa lalu yang jahiliyah, kufur dan syirik, lalu mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai pernyataan bahwa seseorang memeluk agama Islam.

Tersebut dalam hadits shahih:

عَنْ عَمْرٍو بْنِ الْعَاص – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : … «أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْإِسْلَامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ؟ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهَا؟ وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ؟» … (رواه مسلم [121]).

Dari ‘Amr bin al-‘Ash – ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: «Tidakkah engkau mengetahui bahwa Islam itu menghancurkan apa saja yang sebelumnya? Dan bahwasanya hijrah itu menghancurkan apa saja yang sebelumnya? Dan bahwasanya haji itu menghancurkan apa saja yang sebelumnya». (HR. Muslim [121]).

Diantara yang dimaksud oleh kalimat «menghancurkan» pada hadits di atas adalah menghapus, mencuci dan melebur segala bentuk dosa.

Kedua: Ada juga momentum penghapusan dosa yang bersifat harian, pekanan dan tahunan.

Tersebut dalam hadits shahih:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ يَقُولُ: «الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ» (رواه مسلم [233]).

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: «shalat lima waktu, Jumu’at ke Jumu’at dan Ramadhan ke Ramadhan, melebur dosa-dosa diantara keduanya, jika dosa-dosa besar dijauhi». (HR. Muslim [233]).

Dalam hadits lain:

عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ، … قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ثَلَاثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ، صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ، وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ» (رواه مسلم [1162]).

Dari Abu Qatadah: … Rasulullah saw. bersabda: «Berpuasa tiga hari setiap bulan dan Ramadhan ke Ramadhan, ini adalah berpuasa sepanjang tahun seluruhnya. Berpuasa hari ‘Arafah, aku memohon kepada Allah bahwa ia menghapus dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya, dan berpuasa pada 10 Muharam, aku memohon kepada Allah bahwa ia menghapus dosa satu tahun sebelumnya». (HR. Muslim [1162]).

Ketiga: Ada juga momentum penghapusan dosa sepanjang hayat satu kali (yang wajib), yaitu haji yang mabrur.

Tersebut dalam hadits shahih:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَقُوْلُ: «مَنْ حَجَّ لِلَّهِ، فَلَمْ يَرْفُثْ، وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ» (رواه البخاري [1521، 1820]).

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: «Siapa yang berhaji karena Allah, lalu ia tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasiq, maka ia kembali (dari haji) seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya». (HR. Bukhari [1521, 1820]).

Kalimat: «maka ia kembali (dari haji) seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya» maksudnya adalah ia kembali tanpa memiliki dosa sama sekali sebagaimana saat ia dilahirkan ke dunia ini oleh ibunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *