Kunci-Kunci Hati Lelaki

Kunci-Kunci Hati Lelaki

مَفَاتِيْحُ قُلُوْبِ الرِّجَالِ

–       Diantara lelaki, ada yang dengan terjangkau hanya sekedar dengan kata: “cinta”.

–      فَمِنْهُمْ مَنْ يَسْهُلُ الْوُصُوْلُ إِلَيْهِ بِـ كَلِمَةِ حُبٍّ

–       Ada juga yang langsung membuka pintu hatinya selebar-lebarnya begitu dihadapkan pada kejelitaan yang menawan

–      وَبْعْضُهُمْ يَفْتَحُهُ عَلَى مِصْرَاعَيْهِ أَمَامَ جَمَالٍ آسِرٍ

–       Ada juga yang menjadi perwujudan dari peribahasa yang mengatakan: “Jalan terpendek untuk mendapatkan hati lelaki adalah perutnya”, kasih saja dia makan, takluklah dia.

–      أَمَّا الْبَعْضُ الْآخَرُ فَتَنْطَبِقُ عَلَيْهِ مَقُوْلَةُ – اَقْرَبُ طَرِيْقٍ إِلَى قَلْبِ الرَّجُلِ مَعِدَتُهُ

–       Lelaki senang kalau diperlakukan oleh istrinya dengan cinta, diplomasi dan akhlaq.

–      تُعَامِلُ الْمَرْأَةُ مَعَ زَوْجِهَا بِحُبٍّ وَدِبْلُوْمَاسِيَّةٍ وَأَخْلَاقٍ هُوَ مِمَّا يُحَبِّبُهُ فِيْهَا

–       Sebab lelaki yang menginginkan ada seseorang yang memenuhi segala tuntutan dan keinginannya. Lelaki ingin diperhatikan, dan dikesankan bahwa dirinya adalah manusia istimewa dan penting dalam kehidupan sang istri.

–      فَالرَّجُلُ يُرِيْدُ مَنْ تُلَبِّيْ لَهُ طَلَبَاتِهِ وَتَهْتَمُّ بِهِ وَتُشْعِرُهُ بِأَنَّهُ إِنْسَانٌ مُمَيَّزٌ وَمُهِمٌّ فِيْ حَيَاتِهَا

–       keterus terangan, merupakan jalan untuk mendapatkan hati seorang lelaki (suami), karenanya, ia mesti percaya kepada perempuan agar ia mencintainya. Oleh karena itu, kalau saja sang istri pernah berbohong kepadanya sekali saja, maka lelaki (suami) tidak akan mampu membangun hubungan yang kuat dengan wanita (istrinya), sebab ia akan selalu teringat bahwa ia pernah dibohongi oleh istrinya.

–      وَالصَّرَاحَةُ طَرِيْقٌ إِلَى قَلْبِ الرَّجُلِ، فَلَا بُدَّ أَنْ يَثِقَ بِالْمَرْأَةِ كَيْ يُحِبُّهَا، فَلَوْ كَذَبَتْ عَلَيْهِ مَرَّةً لَنْ يَسْتَطِيْعَ أَنْ يَبْنِيَ مَعَهَا عِلَاقَةً مَتِيْنَةً، لِأَنَّهُ سَيَظَلَّ يَتَذَكَّرُ أَنَّهَا كَذَبَتْ عَلَيْهِ يَوْمًا

–       Yang bisa jadi, ia akan dibohongi untuk kedua kalinya, ketiga kalinya dan seterusnya, terlebih lelaki menyadari bahwa dirinya (lelaki) dengan mudah akan tertawan oleh wanita; jiwanya, perangainya dan kebaikan akhlaqnya.

–      وَرُبَّمَا سَتَكْذِبُ عَلَيْهِ مَرَّةً أُخْرَى ، بِالْإِضَافَةِ إِلَى أَنَّ الْمَرْأَةَ تَأْسِرُ الرَّجُلَ بِخِفَّةِ دَمِهَا وَحَلَاوَةِ رُوْحِهَا وَحُسْنِ اَخْلَاقِهَا

–       Terkadang (kalau tidak sering) rahasia hati seorang lelaki, kuncinya berada pada kecerdikan seorang yang wanita yang dengan cerdas mampu menangkap hal-hal yang dipentingkan oleh kaum lelaki; atau dengan cara menjauhkan hal-hal yang tidak disukai laki-laki, dan perempuan (istri) mempergunakan kecerdasannya untuk memainkan “senar-senar” perasaan lelaki yang membuatnya senang dan puas. Jika cara ini dapat diperankan oleh perempuan (istri) dengan cerdas, niscaya perempuan itu akan mendapati si lelaki layaknya sebuah cincin di jari jemari perempuan, yang dapat dipermainkannya sesuka hatinya.

–      وَقَدْ تَكْمُنُ مَفَاتِيْحُ قُلُوْبِ الرِّجَالِ فِيْ عَقْلِ الْمَرْأَةِ الذَّكِيَّةِ الَّتِيْ تَبْحَثُ عَنِ الْأَشْيَاءِ الَّتِي يُفَضِّلُهَا الرَّجُلُ، وَتَبْتَعِدُ عَنِ الْأَشْيَاءِ الَّتِيْ تُغْضِبُهُ، وَالَّتِيْ تُسَخِّرُ ذَكَاءَهَا فِي اللَّعِبِ عَلَى الْأَوْتَارِ الَّتِيْ تُسَاعِدُهَا فِي الْوُصُوْلِ إِلَى
قَلْبِ زَوْجِهَا وَإِرْضَائِهِ، وَإِذَا نَفَّذَتْ هَذِهِ الطَّرِيْقَةَ بِذَكَاءٍ سَتَجِدُ الرَّجُلَ كَالْخَاتَمِ فِيْ إِصْبِعِهَا

–       Diantara kunci hati lelaki: memperingan berbagai problem rumah tangga, dan ia tidak suka kalau istrinya langsung menumpahkan berbagai problem rumah tangga begitu sang suami tiba di rumah dari tempat kerjanya.

–      وَمِنْ مَفَاتِيْحِ قُلُوْبِ الرِّجَالِ: تَخْفِيْفُ الْمَشَاكِلِ الْمَنْزِلِيَّةِ، وَعَدَمِ عَرْضِهَا عَلَى الزَّوْجِ مُبَاشَرَةً فَوْرَ رُجُوْعِهِ مِنَ الْعَمَلِ.

–       Cara ini akan membuat lelaki (suami) betah duduk di dalam  rumah, dan dalam tempo yang lama.

–       Jika cara ini ditempuh oleh seorang istri, maka sang lelaki akan menceritakan berbagai problem dan urusannya yang ia dapati di luar rumah. Saat hal ini terjadi, hendaklah sang istri membantu memecahkan masalahnya, menyediakan berbagai “fasilitas” yang membuatnya bisa rehat, atau menyediakan hiburan yang dapat menyedot simpati suami kepadanya dikarenakan kecerdasan dan kebaikan tindakannya.

–      وَهَذِهِ الطَّرِيْقَةُ سَتَجْعَلُهُ يُفَضِّلُ الْجُلُوْسَ فِي الْمَنْزِلِ لِفَتَرَاتٍ طَوِيْلَةٍ، وَتَجْعَلُهُ يَحْكِيْ لِزَوْجَتِهِ كُلَّ الْمَشَاكِلِ الَّتِي مَرَّ بِهَا فِي الْخَارِجِ وَتُسَاعِدُهُ فِيْ حَلِّهَا، وَتُوَفِّرُ لَهُ سُبُلَ الرَّاحَةِ وَالتَّرْفِيْهِ الَّتِيْ تَجْذِبُهُ لَهَا وَلِعَقْلِهَا وَلِحُسْنِ تَصَرُّفِهَا

–       Bukan hal yang aneh kalau seorang lelaki hati-nya akan “terpegang” manakala perintahnya ditaati oleh istri, dan saat itu, pastilah ia akan mencintai istrinya, sebab lelaki Timur (bukan Barat) mempunyai tabiat ingin “dikesankan” sebagai pemimpin rumah tangga.

–      وَلَيْسَ غَرِيْبًا عَلَى الرَّجُلِ أَنْ تَكُوْنَ الطَّاعَةُ مِفْتَاحَ قَلْبِهِ، إِذَا أَطَاعَتِ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا أَحَبَّهَا، فَالرَّجُلُ الشَّرْقِيُّ يُحِبُّ الْمَرْأَةَ الَّتِيْ تُشْعِرُهُ بِأَنَّهُ سَيِّدُ الْبَيْتِ.

–       Sedangkan banyaknya perbantahan dari sang istri, akan banyak mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa cintanya kepada istrinya. Kalaupun sang istri harus mendebat dan membantah sang lelaki (suami), bantahlah secara “cerdas”.

–      أمَّا كَثْرَةُ الْجِدَالِ وَالصِّرَاعِ عَلَى السُّلْطَةِ فِي الْبَيْتِ فَتُنْقِصُ الْكَثِيْرَ مِنْ مَحَبَّةِ الرَّجُلِ لِزَوْجَتِهِ، حَتَّى أُسْلُوْبُ الْجِدَالِ لَا بُدَّ أَنْ يَكُوْنَ مُهَذَّبًا

–       Sebab, lelaki tidak suka kalau seorang wanita (istri) berbicara dengan gaya menantang atau penuh rasa ge er. Kalau harus membantah, bantahlah dengan tenang dan penuh rasa hormat terhadap kedudukan lelaki (suami) sebagai kepala rumah tangga.

–      فَالرَّجُلُ لَا يُحِبُّ أَنْ تُحَدِّثَهُ الْمَرْأَةُ بِتَحَدٍّ أَوْ غُرُوْرٍ، بَلْ بِهُدُوْءٍ وَاحْتِرَامٍ، لِمَكَانَتِهِ فِي الْأُسْرَةِ.

–       Kebanyakan lelaki menampilkan kesan kuat, barangkali agar dihormati dan ditakuti, dan barangkali juga agar tampak berwibawa, padahal, sebenarnya, “dalaman” lelaki itu hanyalah “bocah kecil”, yang untuk mendapatkan hatinya bukanlah perkara sulit. Dengan sedikit kecerdasan dari kaum Hawa, takluklah lelaki itu.

–      وَغَالِبِيَّةُ الرِّجَالِ يُحِيْطُوْنَ أَنْفُسَهُمْ بِهَالَةٍ مِنَ الْقُوَّةِ، رُبَّمَا لِيَكْسِبَ اِحْتِرَامَ مَنْ حَوْلَهُ وَخَشْيَتَهُمْ، وَرُبَّمَا لِيَهَابَهُ الْآخَرُوْنَ، لَكِنَّ الرَّجُلَ فِي النِّهَايَةِ فِي دَاخِلِهِ طِفْلٌ صَغِيْرٌ، وَكَسْبُ عَوَاطِفِهِ لَيْسَ أَمْرًا صَعْبًا، إِنَّمَا فَقَطْ يَتَطَلَّبُ الْأَمْرُ مِنْ حَوَّاءَ قَلِيْلًا مِنَ الذَّكَاءِ لِلْوُصُوْلِ إِلَى قَلْبِهِ.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *