Konsepsi Ilah – Abdul Qadir Al-Jilani

مَفْهُوْمُ الْإِلَهِ عِنْدَ الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِيِ

KONSEPSI “ILAH” MENURUT SYEKH ABDUL QADIR AL-JILANI

Di zamannya, Syekh Abdul Qadir al-Jilani – rahimahullah – adalah seorang murabbi ummat yang sangat terkenal. Dan dalam tarbiyahnya, beliau diantaranya menjelaskan secara mendalam mafhum “ilah” atau konsepsi tentang ketuhanan.

Berikut beberapa kutipan dari kitab kumpulan majlis-majlis tarbiyah beliau (الفتح الرباني والفيض الرحماني), saya kutipkan berdasarkan urutan buku, dengan memberi tekanan pada bagian-bagian yang dimaksud, semoga bermanfaat, amin.

  1. Memangnya kamu tuhan, kok maunya semuanya menuruti kamu, kamu yang mesti menuruti kehendak Allah SWT, bukan sebaliknya. Terkait hal ini, Syekh Abdul Qadir al-Jilani berkata:

يَا جَاهِلُ، تُرِيْدُ (أَنْ) تُغَيِّرَ وَتُبَدِّلَ مَا تُرِيْدُ، أَنْتَ إِلَهٌ ثَانٍ، تُرِيْدُ أَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُوَافِقُكَ؟! . هَذَا بِالْعَكْسِ، اِعْكِسْ تُصِبْ.

Wahai si bodoh, engkau bermaksud merubah dan mengganti apa saja yang engkau kehendaki?!! Kamu tuhan lain dong?!! Kamu menginginkan Allah SWT menyetujui semua keinginanmu?! Yang benar sebaliknya (kamu lah yang harus menyetujui kehendak Allah SWT), balik logikanya, itu baru betul!!

  1. Di hatimu ada banyak tuhan??!! Terkait hal ini, Syekh Abdul Qadir al-Jilani berkata:

تَقُوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَتَكْذِبُ. فِيْ قَلْبِكَ جَمَاعَةٌ مِنَ الْآلِهَةِ، خَوْفُكَ مِنْ سُلْطَانِكَ وَوَالِيْ مَحِلَّتِكَ آلِهَةٌ، اِعْتِمَادُكَ عَلَى كَسْبِكَ وَرِبْحِكَ وَحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ وَسَمْعِكَ وَبَصَرِكَ وَبَطْشِكَ آلِهَةٌ، رُؤْيَتُكَ لِلضُّرِّ وَالنَّفْعِ وَالْعَطَاءِ وَالْمَنْعِ مِنَ الْخَلْقِ آلِهَةٌ. كَثِيْرٌ مِنَ الْخَلْقِ مُتَّكِلُوْنَ عَلَى هَذِهِ الْأَشْيَاءِ بِقُلُوْبِهِمْ، وَيُظْهِرُوْنَ أَنَّهُمْ مُتَّكِلُوْنَ عَلَى الْحَقِّ عَزَّ وَجَلَّ. قَدْ صَارَ ذِكْرُهُمْ لِلْحَقِّ عَزَّ وَجَلَّ عَادَةً بِأَلْسِنَتِهِمْ لَا بِقُلُوْبِهِمْ، فَإِذَا حُوْقِقُوْا فِيْ ذَلِكَ، حَرَدُوْا وَقَالُوْا: كَيْفَ يُقَالُ لَنَا هَكَذَا، أَلَسْنَا مُسْلِمِيْنَ! غَدًا تَبِيْنُ الْفَضَائِحُ وَتَظْهَرُ الْمِخْبَآتُ.

Engkau mengucapkan: “La ilaha illaLlah” (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah) dan kamu berbohong dalam ucapanmu itu. (sebab) di dalam hatimu terdapat banyak tuhan-tuhan yang disembah;

  • Rasa takutmu kepada penguasamu, atau kepada pejabat di tempat tinggalmu, itu satu bentuk penuhanan.
  • Engkau mengandalkan usahamu, keuntunganmu, daya upayamu, kekuatanmu, pendengaranmu, penglihatanmu dan keperkasaanmu, itu satu bentuk penuhanan.
  • Pendapatmu bahwa makhluq itu bisa menimpakan madharat, manfaat, memberi dan menahan pemberian, itu satu bentuk penuhanan.
  • Banyak orang yang hati mereka bertawakkal (mengandalkan) kepada semua hal tadi, dan mereka menampakkan secara lahiriah bahwasanya mereka bertawakkal kepada Allah SWT.

Dzikir mereka kepada Allah SWT telah menjadi kebiasaan mulut mereka, bukan dengan hati mereka. Lalu, jika hal ini diteliti dan didalami tentang hakikatnya, mereka menjadi sewot, marah dan berkata: “kenapa dikatakan kepada kami penilaian dan ucapan-ucapan seperti ini??!! Bukankah kami (juga) orang Islam??!!

Besok semua akan menjadi jelas semua keburukan yang memalukan ini!! Dan akan tampak nyata hal-hal yang selama ini disembunyikan!!

  1. La ilaha illaLlah (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah) itu mengandung bentuk penafian (penegasian) dan juga mengandung itsbat (penetapan, pengukuhan). Harus jelas, mana yang dinafikan dan mana yang diitsbatkan. Terkait hal ini, Syekh Abdul Qadir al-Jilani berkata:

إِذَا قُلْتَ: لَا إِلَهَ، نَفْيٌ كُلِّيٌّ، وَإِلاّ اللهُ: إِثْبَاتٌ كُلِّيٌّ، لَهُ لَا لِغَيْرِهِ. فَأَيَّ وَقْتٍ اِعْتَمَدَ قَلْبُكَ عَلَى شَيْءٍ غَيْرِ الْحَقِّ عَزَّ وَجَلَّ، فَقَدْ كَذَبْتَ فِيْ إِثْبَاتِكَ، وَصَارَ إِلَهَكَ الَّذِيْ اِعْتَمَدْتَ عَلَيْهِ.

Jika engkau mengucapkan: “La ilaha”, berarti engkau telah menafikan (menegasikan) secara menyeluruh terhadap segala bentuk penuhanan, dan saat engkau mengucapkan: “illaLlah”, berarti engkau telah melakukan itsbat (penetapan, pengukuhan) secara totally bahwa yang berhak disembah hanyalah Allah SWT, hanya untuk Allah SWT semata, bukan untuk selain-Nya. Oleh karena itu, kapan-kapan saja hatimu ber-I’timad (bersandar, berpegang) kepada sesuatu selain Allah SWT Dzat yang Maha Benar, berarti engkau telah berbohong dalam itsbat-mu saat mengucapkan: “La ilaha illaLlah” tadi, dan jadilah sesuatu yang menjadi “I’timad” (sandaran, pegangan)-mu itu sebagai tuhanmu!!!

Selanjutnya beliau berkata:

إِذَا قُلْتَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ فَقُلْ أَوَّلاً بِقَلْبِكَ، ثُمَّ بِلِسَانِكَ، وَاتَّكِلْ عَلَيْهِ وَاعْتَمِدْ عَلَيْهِ دُوْنَ غَيْرِهِ.

Jika engkau mengucapkan: La ilaha illaLlah (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah), terlebih dahulu ucapkanlah kalimat itu dengan hatimu, baru kemudian dengan lisanmu, bertawakkal-lah (pasrah-lah) kepada-Nya dan bersandar atau berpeganglah kepada-Nya, bukan kepada selain-Nya.

  1. Ucapan: “La ilaha illaLlah” itu hanya klaim sepihak, buktinya adalah tawakkal dan tsiqah hatimu, jika kepada Allah, maka engkau benar dalam klaim-mu, dan jika tawakkal dan tsiqah-nya hatimu bukan kepada Allah, berarti ucapanmu merupakan kebohongan. Terkait hal ini Syekh Abdul Qadir al-Jilani berkata:

قَوْلُكَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَعْوَى، وَتَوَكُّلُكَ عَلَيْهِ وَثِقَتُكَ بِهِ وَإِعْرَاضُ قَلْبِكَ عَنْ غَيْرِهِ بَيِّنَةٌ.

Ucapan: “La ilaha illaLlah” yang kamu ucapkan merupakan bentuk klaim, tawakkal dan tsiqah-mua kepada Allah SWT dan juga berpalingnya hatimua dari selain Dia merupakan bukti atas kebenaran klaim-mu.

  1. Ada ribuan tuhan di hatimu???!!! Terkait hal ini, Syekh Abdul Qadir berkata:

تَكْذِبُ حَتَّى فِيْ صَلَاتِكَ، لِأَنَّكَ تَقُوْلُ: اللهُ أَكْبَرُ، وَتَكْذِبُ، لِأَنَّ فِيْ قَلْبِكَ إِلَهاً غَيْرَهُ. كُلُّ مَا تَعْتَمِدُ عَلَيْهِ فَهُوَ إِلَهُكَ، كُلُّ شَيْءٍ تَخَافُ مِنْهُ وَتَرْجُوْهُ فَهُوَ إِلَهُكَ. قَلْبُكَ لَا يُوَافِقُ لِسَانَكَ، فِعْلُكَ لَا يُوَافِقُ قَوْلَكَ. قُلْ اللهُ أَكْبَرُ أَلْفَ مَرَّةٍ بِقَلْبِكَ وَمَرَّةً بِلِسَانِكَ. مَا تَسْتَحْىِ أَنْ تَقُوْلَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَلَكَ اَلْفُ مَعْبُوْدٍ غَيْرَهُ؟؟!! تُبْ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ جَمِيْعِ مَا أَنْتَ فِيْهِ.

Kamu berbohong, termasuk saat kamu dalam shalat, sebab kamu mengucapkan: Allahu Akbar (Allah Paling Besar) dan kamu berbohong dalam pernyataanmu ini, sebab di dalam hatimu ada seribu tuhan selain Allah. Segala sesuatu yang kamu ber-I’timad (bersandar dan berpegangan) kepanya, itu adalah tuhanmu, segala sesuatu yang kamu takut kepadanya serta berharap darinya, itu tuhanmu. Hatimu tidak sejalan dengan lisanmu, perbuatanmu tidak sejalan dengan ucapanmu. Ucapkan: Allahu Akbar seribu kali dengan hatimu, dan sekali saja dengan lisanmu. Tidakkah engkau malu mengucapkan: La ilaha illaLlah, sementara di dalam hatimu ada seribu tuhan selain Allah, bertaubatlah kamu kepada Allah dari segala keadaan di mana kamu sekarang berada!!!

Di tempat lain Syekh Abdul Qadir berkata:

كَيْفَ تَقُوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَفِيْ قَلْبِكَ كَمْ إِلَهًا؟. كُلُّ شَيْءٍ تَعْتَمِدُ عَلَيْهِ وَتَثِقُ بِهِ دُوْنَ اللهِ فَهُوَ صَنَمُكَ. لَا يَنْفَعُكَ تَوْحِيْدُ اللِّسَانِ مَعَ شِرْكِ الْقَلْبِ، لَا يَنْفَعُكَ طَهَارَةُ الْقَالَبِ مَعَ نَجَاسَةِ الْقَلْبِ.

Bagaimana kamu mengucapkan: La ilaha illaLlah sementara di dalam hatimua ada berapa tuhan??!! Segala sesuatu yang kamu ber-I’timad (bersandar dan berpegang) kepadanya serta tsiqah (percaya menjadi andalan) selain Allah merupakan berhalamu. Tidak bermanfaat bagimu tauhid lisan yang disertai syirik hati, tidak bermanfaat bagimu bentuk pisik sementara hatimu najis!!

Itulah sebagian dari kutipan-kutipan “materi tarbiyah” Syekh Abdul Qadir al-Jilani tentang mafhum “La ilaha illaLlah”, mohon maaf saya belum sempat nyocokin halaman-halaman sumber kutipannya, semoga nantinya ada waktu untuk memberikan catatan kaki yang menjelaskan halaman-halaman sumber kutipannya. semoga bermanfaat, amin.

2 Comments

  1. Membuka cakrawala baru ttg kisah syeh abdul qadir jaelani.
    Like this

  2. Syukron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *