Kita dan Mush-haf

Kita dan Mush-haf Al-Qur’an

Yang sedang terbaring sakit di hospital meminta kepada keluarga agar dihadirkan untuknya sebuah mush-haf, agar dia dapat membacanya, dengan harapan semoga dapat memberi kesembuhan atas penyakitnya.

Yang sedang berada di negeri asing, meminta sebuah mush-haf, semoga bisa memberi rasa aman bagi dirinya.

Yang sedang berada di balik jeruji penjara, meminta tolong kepada berbagai pihak yang memungkinkannya untuk menghadirkan mush-haf kepadanya, agar menjadi teman dalam kesendiriannya.

Yang sudah mati pun berangan-angan, kalau saja, dahulu, sewaktu di dunia, ia benyak membaca mush-haf, supaya tingkatannya di surga bisa lebih tinggi lagi.

Sementara kita,

Ya, sementara kita…

Dalam keadaan sehat,

Bersama keluarga, dalam arti tidak sedang berada di negeri asing,

Dan alhamdulillah, masih dalam keadaan hidup, segar, bugar, sehat wal ‘afiat,

Yang dapat dengan mudah menghadirkan mush-haf Al-Qur’an dengan sendirinya.

Lalu,

Apakah kita perlu menunggu datangnya suatu urusan yang akan membuat diri kita kesulitan berakrab ria dengan mush-haf Al-Qur’an?!

اللهم ارحمنا بالقرآن، واجعله لنا إماما ونورا وهدى ورحمة

اللهم ذكّرنا منه ما نسينا، وعلمنا منه ما جهلنا

وارزقنا تلاوته آناء الليل وآناء النهار

واجعله لنا حجة يا رب العالمين

One Comment

  1. bagaimana agar al Quran jadi teman di kala sendiri dan saat berjamaah ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *