Keberpihakan

كَتَبَ د. جَلَال أَمِيْن:

«لَيْسَ الْخَطَأُ فِي التَّحَيُّزِ الْمُسْبَقِ، بَلْ فِيْ أَنْ تَسْمَحَ لَتَحَيُّزِكَ الْمُسْبَقِ بِأَنْ يُؤَثِرَ فِيْ حُكْمِكَ، فَلَا تَرَى مَا لَا تُحِبُّ أَنْ تَرَاهُ مَعَ أَنَّهُ مَوْجُوْدٌ، أَوْ أَنْ تَرَى مَا لَيْسَ بِمَوْجُوْدٍ لِمُجَرَّدِ أَنَّكَ تُرِيْدُهُ أَنْ يَكُوْنَ مَوْجُوْدًا»

Jalal Amin (1935 – 25 September 2018) menulis:

«Bukan sebuah kesalahan jika seseorang telah memiliki keberpihakan sebelumnya, kesalahan itu terjadi manakala engkau mempersilahkan keberpihakanmu sebelumnya untuk memberi pengaruh kepada penilaianmu, sehingga, engkau tidak melihat sesuatu yang engkau tidak ingin melihatnya, padahal sesuatu itu ada, atau, engkau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada hanya dikarenakan engkau menginginkan agar sesuatu itu ada».

Pernyataan DR. Jalal Amin ini, dikutip oleh Prof. DR. Khalid bin Mansur Al-Deres sebagai satu kaidah “manhajiyyat” beliau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *