Jangan Tertipu dan Terlena Oleh Pujian

gagak

Mengenang bacaan-bacaan muthola’ah di masa lalu, teringat kepada kisah berikut ini…

Alkisah..

Adalah seekor burung gagak berbulu hitam. Sebenarnya, suara dia sangat jelek dan buruk. Begitu pandangan kebanyakan pecinta burung. Bahkan hampir ijma’ bahwa suara buruk gagak hitam itu memang sangat buruk. Dan sepertinya, si burung gagak itu sendiri juga menyadari demikian.

Hanya saja, pada suatu hari, ia berada di suatu pohon yang sangat tinggi, ia bertengger di situ sambil membanggakan sayapnya yang hitam legam. Ia sangat bangga dengan penampilannya pada hari itu.

Yang semakin membanggakan dirinya adalah fakta bahwa pohon tempat ia bertengger itu berada di tengah kebun yang cukup luas nan indah. Bersamanya di kebun itu ada berbagai jenis buruk lainnya yang sedang membanggakan masing-masing suaranya yang merdu, di atas dan di tengah warna-warni bunga nan semerbak mewangi.

Saat itu, paruh si burung gagak hitam itu sedang menjepit sepotong keju yang entah ia dapatkan dari mana.

Selagi si gagak menikmati kebanggaan posisi, warna hitam dan kepakan sayapnya, di tengah warna-warni bunga nan semerbak mewangi, dengan berbagai kicauan burung-burung lainnya, lewatlah seekor kancil di bawah si gagak hitam itu.

Begitu si kancil menengok ke atas, terlihatlah olehnya sepotong keju yang ada di paruh si gagak hitam, dan tertariklah dia kepada potongan keju itu. Berpikirlah ia tentang cara mendapatkan keju tersebut. Ada banyak gagasan muncul di kepala si kancil, hanya saja ada satu problem bahwa dia tidak pandai memanjat, apalagi terbang untuk mengejar si gagak dan merebut keju yang ada ada di paruhnya.

Tiba-tiba ia mendapatkan gagasan brilian, yaitu mengeluarkan pujian habis-habisan kepada si gagak terkait suaranya dan memprovokasinya untuk berkicau, sebab, begitu si gagak berkicau, pasti keju itu akan terjatuh, dan saat itulah ia akan menangkap dan memakannya.

Maka mulailah si kancil memuji-muji dan memprovokasi si gagak untuk berkicau dengan mengatakan bahwa sebenarnya suara dia sangat bagus, merdu dan mampu mengalahkan kicauan suara burung-burung lainnya, hanya saja, si gagak perlu menunjukkan kebolehan tersebut.

Mendengar pujian hebat itu, semakin banggalah si gagak, dan dia pun terlena serta terprovokasi untuk menunjukkan kebolehannya dalam berkicau. Maka ia buka paruhnya dengan maksud untuk berkicau. Dan pada saat ia buka paruhnya itu, terjatuhlah sepotong keju yang sebelumnya ia jepit dengan paruhnya itu. Dan pada saat itulah si kancil menangkap keju yang terjatuh tersebut, lalu kabur dengan “kemenangan”-nya.

Jadi…

Kenalilah dirimu yang sejatinya..

Jangan mudah terlena dan terprovokasi oleh pujian..

Apalagi oleh pujian “lawan”…

Sebab, jika engkau lupa diri ..

Maka engkau akan mudah terlena dan terprovokasi oleh pujian ..

Khususnya pujian dari “lawan” ..

Dan saat itu, niscaya engkau akan kehilangan keju yang sebelumnya telah “menjadi milikmu!!!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *