Fadhilah Mengajar TPA

Mengajarkan Al-Qur’an, baik di masjid ataupun di rumah, di kampus atau pun di TPA, merupakan amal shalih yang kebaikan dan pahalanya, bukan saja mengalir, malahan lebih dari itu, bisa beranak pinak terus menerus, إلى ما شاء الله.

Bayangkan saja, kita sudah lama meninggal dunia, dan berada di alam kubur, namun, pahala masih terus mengalir (bahkan bisa membanjir) masuk ke dalam rekening pahala kita di sisi Allah SWT!

Ada banyak dalil shahih yang menjelaskan hal ini, diantaranya:

Pertama: Rasulullah saw bersabda:

عن أبي هريرة – رضي الله عنه – قال، قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : «إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ : عِلْمًا نَشَرَهُ ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ ، أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ ، تَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ» (رواه ابن ماجه [242]، وابن خزيمة [2490]، والبيهقي في الشعب [3448]).

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: «Sesungguhnya, diantara yang termasuk dalam amal dan kebaikan seorang mukmin setelah kematiannya adalah:

  • Ilmu yang ia sebar luaskan,
  • Anak shalih yang ia tinggalkan,
  • Mushaf yang ia wariskan, atau
  • Masjid yang ia bangun, atau
  • Rumah untuk ibnu sabil yang ia dirikan, atau
  • Sungai yang ia alirkan, atau
  • Sedekah yang ia keluarkan dari hartanya di masa sehatnya dan saat ia masih hidup,

Semua itu, akan digabungkan sebagai bagian dari amal seorang mukmin setelah ia meninggal dunia». (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah [242], Ibnu Khuzaimah [2490] dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman [3448]). Lihat juga: Shahih Sunan Ibnu Majah, hadits no. 198.

Kedua: Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: «إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ» (رواه مسلم [1631]).

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. berssabda: «Jika seorang manusia meninggal dunia, maka putuslah darinya amalnya, kecuali pahala dari:

  • Sedekah jariyah, atau
  • Ilmu yang bermanfaat, atau
  • Anak shalih yang mendo’akannya». (HR Muslim [1631]).

Ketiga: Mengajarkan Al-Qur’an termasuk dalam kategori memberi petunjuk kepada kebaikan. Terkait dengan hal ini, Rasulullah saw. bersabda:

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – … فَقَالَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : «مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ» (رواه مسلم [1893]).

Dari Abu Mas’ud al-Anshari ra. … lalu Rasulullah saw bersabda: «Siapa saja yang menunjukkan kepada kebaikan, maka untuknya seperti pahala yang didapat oleh yang melakukannya». (HR Muslim [1893]).

Keempat: Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَنَسٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «مَنْ عَلَّمَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللهِ – عز وجل – كَانَ لَهُ ثَوَابُهَا مَا تُلِيَتْ» (أخرجه أبو سهل القطان في: “حديثه عن شيوخه” [4 / 243 / 2])، وانظر أيضا سلسلة الأحاديث الصحيحة [1335].

Dari Anas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: «Siapa yang mengajarkan satu ayat dari kitabullah, maka untuknya pahala satu ayat itu, selama satu ayat itu masih dibaca oleh yang diajarinya». (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Sahl al-Qaththan dalam: Haditsnya dari para gurunya [4 / 243 / 2]). Lihat pula Silsilah Hadits shahih [1335]).

Kelima: Adanya iming-iming pahala yang agung nan besar ini tidak lah mengherankan, sebab, mengajarkan Al-Qur’an jelas sekali masuk dalam pengertian perbuatan yang meninggalkan pengaruh, bekas dan jejak positif pada diri yang menerima pengajaran Al-Qur’an secara khusus, dan masyarakat secara umum. Dan terkait hal ini, Allah SWT berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ [يس: 12]

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh) (Q.S. Yasin: 12).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *