Sumur dan Kera

Al-Kisah, tersebutlah di suatu desa di mana mereka mengandalkan keperluan air untuk MCK (Mandi Cuci Kakus) nya kepada satu sumur yang ada di pinggiran desa itu, meskipun sumur tersebut dikenal sangat dalam dan gelap, sehingga tidak tampak bagian bawahnya. Namun, sesuatu terjadi pada sumur tersebut, di mana, setiap kali ada…

Baca Semua

Untung Tidak Su-uzh-zhan

Alkisah … Adalah seorang tokoh bernama Abdul Ghani al-Quwatli.. beliau adalah kakek presiden Syuria yang pertama: Syukri Bik al-Quwatli. Abdul Ghani al-Quwatli adalah seorang tokoh ternama dan terpandang di zamannya, yang hidup di kota Damaskus pada abad 19 M. Diantara kebiasaan Abdul Ghani al-Quwatli ini, setiap hari, dia selalu mempersiapkan…

Baca Semua

Mintalah Sebuah Kemustahilan

اُطْلُبِ الْمُسْتَحِيْل Mintalah yang Mustahil مِنْ مَقَالٍ لِلدُّكْتُوْر عَبْدِ الرَّحْمَنِ اَلْعَشْمَاوِي: Bagian dari makalah DR. Abdurrahman al-‘Asymawi «إِنَّ اللهَ لَيَسْتَحِيْ مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ إِلَيْهِ يَدَيْهِ بِالدُّعَاءِ، أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا» (حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ رَوَاهُ أحمد [23714]، وأبو داود [1488]، والترمذي [3556] وابن ماجه [3865]) «Sesungguhnya Allah SWT benar-benar malu terhadap hamba-Nya…

Baca Semua

Sejarah Kalimat Marhaban wa Ahlan

Yang Pertama Mengucapkannya Menurut Abu Hilal al-‘Askari (wafat setelah tahun 395 H = setelah tahun 1005 M), sebagaimana disebutkan dalam salah satu kitab-nya: al-Awa-il (الأوائل), yang pertama kali mengucapkan kata sambutan “Marhaban wa Ahlan (مَرْحَبًا وَأَهْلًا)” adalah Saif bin Dzi Yazan al-Himyari. Hal ini dapat dilihat di kitab al-Awa-il halaman…

Baca Semua

Qarar Tidak Selalu Berarti Tanfidz

Di suatu kelas, seorang guru menjelaskan di hadapan para muridnya: “Ada empat burung bertengger di satu pohon. Tiga dari empat burung itu membuat satu keputusan (qarar) bersama untuk terbang meninggalkan pohon itu. Yang satu ekor burung lagi berkeputusan (membuat qarar) untuk tetap tinggal di pohon itu”. Lalu sang guru bertanya:…

Baca Semua