Da’i yang “Digendong”

Da’i yang “Digendong” Merupakan Beban bagi Dakwah! اَلدَّاعِيَةُ “اَلْمَحْمُوْلُ” عِبْءٌ عَلَى الدَّعْوَةِ! “Kalian dapati manusia seperti seratus unta, hampir-hampir seseorang tidak mendapati darinya satu unta pemikul beban”[1]. “تَجِدُوْنَ النَّاسَ كَإِبِلِ مِائَةٍ، لاَ يَجِدُ الرَّجُلُ فِيْهَا رَاحِلَةً”، بِهَذِهِ الْكَلِمَاتِ اَلْمُوْجَزَةِ اَلْبَلِيْغَةِ، وَصَفَ النَّبِيُّ ـ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ حَالَ رَكْبِ…

Baca Semua

Mengkritik Ikhwan (Mubah, Mutah, Munakh)

Mengkritik Ikhwan Antara Mubah (boleh), Mutah (Peluang) dan Munakh (Suasana) نَقْدُ اْلإِخْوَانِ بَيْنَ الْمُبَاحِ وَالْمُتَاحِ وَالْمُنَاخِ DR. Anwar Hamid د/ أَنْوَر حَامِد Kritik, dalam keadaan apa pun, berguna, termasuk kalaupun tendensius. Ia menjadi pertanda sehat, termasuk kalaupun tidak obyektif. Pernyataan ini bukan ajakan untuk tidak obyektif dalam mengkritik, atau untuk…

Baca Semua

Pengangguran Haraki

PENGANGGURAN HARAKI اَلْبِطَالَةُ اَلْحَرَكِيَّةُ Jamal Zawari Ahmad جَمَال زَوَارِي أَحْمَد Syeikh Muhammad Ghazali rh berkata: “Dalam suasana pengangguran terlahir ribuan keburukan dan menetas berbagai bakteri kebinasaan, jika kerja merupakan message kehidupan, maka para penganggur adalah orang-orang yang mati, dan jika dunia ini merupakan efek dari tanaman kehidupan yang lebih besar,…

Baca Semua

Antara Amal Tarbawi dan Amal Siyasi

Hubungan antara Amal Tarbawi dan Amal Siyasi اَلْعِلاَقَةُ بَيْنَ الْعَمَلِ اَلتَّرْبَوِيِّ وَالسِّيَاسِيِّ Oleh: Syeikh Muhammad Abdullah Al-Khathib فَضِيْلَةُ الشِّيْخِ : مُحَمَّد عَبْدُ اللهِ اَلْخَطِيْبُ Amal Siyasi Islami mempunyai dua titik tolak mendasar: لِلْعَمَلِ اَلسِّيَاسِيِّ اَلإِسْلاَمِيِّ مُنْطَلِقَانِ أَسَاسِيَّانِ Pertama: Amal Siyasi Islami adalah amal sepanjang hayat, sebab, medan amal siyasi adalah…

Baca Semua

Shidqul Intima

Menolong Dakwah dan Menjaga Fikrah = shidqul Intima (menjadi anggota jamaah yang sebenarnya) نُصْرَةُ الدَّعْوَةِ وَحِرَاسَةُ اْلفِكْرَةِ = صِدْقُ الاِنْتِمَاءِ Oleh: Isma’il Hamid بِقَلَمِ: إِسْمَاعِيْل حَامِد Perkumpulan ataukah Jama’ah? تَجَمُّعٌ أَمْ جَمَاعَةٌ؟! “Sesungguhnya tidak ada Islam tanpa jama’ah, tidak ada jama’ah tanpa kepemimpinan dan tidak ada kepemimpinan tanpa ketaatan”. Sebuah…

Baca Semua

Maksud Baik  yang Menenggelamkan Kapal

اَلإِيْجَـابِيَّةُ: وَعَوَاقِبُ خَرْقِ السَّفِيْنَةِ Positiveness: dan Akibat Melubangi Kapal Mukadimah مُقَدِّمَةٌ : Positiveness perseorangan merupakan sesuatu yang terpuji jika dituangkan dalam positiveness jama’ah. Kharizma perseorangan merupakan tuntutan jika memberi sumbangan dalam membangun kharizma organisasi. Dalam rangka mempersofikasi nilai-nilai ini, Rasulullah SAW menyuguhkan perumpamaan indah kepada kita yang menggambarkan adanya tanazu’…

Baca Semua

Diantara adab ber-Jama’ah: Meninggalkan Najwa (3)

Bagian-3 (terakhir) تَرْكُ النَّجْوَى MENINGGALKAN NAJWA Oleh: Muhammad Ahmad Arrosyid تَرْكُ النَّجْوَى Meninggalkan Najwa فَإِنَّ مَجَالِسَ الْمُؤْمِنِيْنَ لَمْ تَعْرِفْ إِلاَّ زِيَادَةَ اْلإِيْمَانِ لَهَا هَدَفًا، وَكَانَ اِبْنُ رَوَاحَةَ يَأْخُذُ بِيَدِ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، وَيَقُوْلُ: (تَعَالَ نُؤْمِنْ سَاعَةً) ([1])، فَيَتَذَاكَرَانِ أَمْرَ اْلإِيْمَانِ، وَيَتَعَرَّفَانِ عَلَى مَسَالِكِ التَّوْبَةِ، وَيَتَآمَرَانِ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوْفٍ…

Baca Semua

Diantara adab ber-Jama’ah: Meninggalkan Najwa (2)

Bagian-2 اَلنَّجْوَى Najwa اَلتَّعْرِيْفُ: أَصْلُ النَّجْوَى هِيَ حَدِيْثُ الاِثْنَيْنِ مَعًا، مَعَ إِخْفَاءِ صَوْتِهِمَا عَنِ الثَّالِثِ. Definisi: Pada asalnya Najwa adalah pembicaraan dua orang dengan merendahkan suaranya dari orang yang ketiga. حُكْمُهَا: اَلتَّحْرِيْمُ Hukumnya: haram لِحَدِيْثِ: « إِذَا كُنْتُمْ ثَلاَثَةً فَلاَ يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ صَاحِبِهِمَا فَإِنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ » [متفق عليه].…

Baca Semua

Diantara adab ber-Jama’ah: Meninggalkan Najwa (1)

Bagian-1 مِنَ الآدَابِ مَعَ الْجَمَاعَةِ تَرْكُ الْنَجْوَى تَعْرِيْفُ الْنَّجْوَى: لُغَةً : قِيْلَ: مِنَ النَّجْوَةِ وَهِيَ مَا اِرْتَفَعَ مِنَ اْلأَرْضِ، فَالْمُتَنَاجِيَانِ يَتَنَاجَيَانِ وَيَخْلُوَانِ بِسِرِّهِمَا كَخُلْوِ الْمُرْتَفِعِ مِنَ اْلأَرْضِ عَمَّا يَتَّصِلُ بِهِ Definisi Najwa: Secara bahasa: ada yang berpendapat: berasal dari kata najwah yaitu bukit yang menonjol. Disebut najwa karena dua orang…

Baca Semua

Makna Tadarruj

Pada suatu hari, saat mengajar kelas di sebuah kelas, sampailah pelajaran Fiqih Da’wah pada istilah tadarruj. Saya tanyakan kepada mereka: “Apa makna tadarruj?”. Jawaban mereka berbeda, namun substansinya sama. Istilahnyaikhtilaful ‘ibarat likhtilafil I’tibarat (perbedaan bahasa ungkapan karena perbedaan sudut pandang). Istilah lainnya adalah ikhtilaf tanawwu’ la ikhtilaf tadhad (keragaman, bukan…

Baca Semua