Siapa Pencabut Nyawa?

Saat membca Al-Qur’an, akan didapati, terkadang urusan “mencabut nyawa” itu dinisbatkan kepada Allah SWT, terkadang dinisbatkan kepada satu malaikat “juru pati” (malakul maut), dan terkadang dinisbatkan kepada para malaikat (rusuluna). Penisbatan kematian kepada Allah SWT dapat dipahami dari firman Allah SWT: {اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِها} [الزمر: 42] Allah memegang…

Baca Semua

Mintalah Sebuah Kemustahilan

اُطْلُبِ الْمُسْتَحِيْل Mintalah yang Mustahil مِنْ مَقَالٍ لِلدُّكْتُوْر عَبْدِ الرَّحْمَنِ اَلْعَشْمَاوِي: Bagian dari makalah DR. Abdurrahman al-‘Asymawi «إِنَّ اللهَ لَيَسْتَحِيْ مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ إِلَيْهِ يَدَيْهِ بِالدُّعَاءِ، أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا» (حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ رَوَاهُ أحمد [23714]، وأبو داود [1488]، والترمذي [3556] وابن ماجه [3865]) «Sesungguhnya Allah SWT benar-benar malu terhadap hamba-Nya…

Baca Semua

Kalimatmu Tidak Akan Sia-Sia

Allah SWT berfirman: قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ [المائدة: 23] Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi ni’mat atas keduanya : “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang…

Baca Semua

Konsepsi Ilah – Abdul Qadir Al-Jilani

مَفْهُوْمُ الْإِلَهِ عِنْدَ الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِيِ KONSEPSI “ILAH” MENURUT SYEKH ABDUL QADIR AL-JILANI Di zamannya, Syekh Abdul Qadir al-Jilani – rahimahullah – adalah seorang murabbi ummat yang sangat terkenal. Dan dalam tarbiyahnya, beliau diantaranya menjelaskan secara mendalam mafhum “ilah” atau konsepsi tentang ketuhanan. Berikut beberapa kutipan dari kitab kumpulan…

Baca Semua

Urgensi 2 Kalimah Syahadah – Abdul Qadir Al-Jilani

أَهَمِّيَّةُ الشَّهَادَتَيْنِ عِنْدَ الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ اَلْجِيْلَانِيْ URGENSI DUA KALIMAH SYAHADAT MENURUT SYEKH ABDUL QADIR AL-JILANI Syekh Abdul Qadir al-Jilani, atau al-Jailani, atau al-jili, atau al-Kailani (470 – 561 H / 1077 – 1166 M) adalah seorang tokoh yang sangat populer di sebagian besar kaum muslimin di Indonesia, bahkan di sebagian kaum muslimin dunia. Bahkan, oleh salah seorang pengkaji kebangkitan Islam, beliau termasuk salah seorang yang mempunyai andil besar dalam mentarbiyah umat bagi kebangkitan Islam. Kita mengenal tokoh-tokoh pejuang: ‘Imaduddin Zanki (478? – 541 H / 1085 – 1146 M), Nuruddin Mahmud Zanki (511 – 569 H  /1118 – 1174 M) dan Shalahuddin al-Ayyubi (532 – 589 H / 1138 – 1193 M). Mereka adalah tokoh-tokoh pejuang untuk pembebasan Al-Masjid Al-Aqsha dari tangan kaum salibis. Namun terkadang kita lupa, siapakah para ulama atau para murabbi hebat yang melahirkan generasi-generasi mereka, generasi yang mempunyai semangat untuk membebaskan Al-Masjid Al-Aqsha?

Baca Semua

Pengertian Iman (Ibnu Taimiyyah)

Ibnu Taimiyyah berkata: اِسْمُ الْإِيْمَانِ قَدْ تَكَرَّرَ ذِكْرُهُ فِي الْقُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ أَكْثَرَ مِنْ ذِكْرِ سَائِرِ الْأَلْفَاظِ، وَهُوَ أَصْلُ الدِّيْنِ، وَبِهِ يَخْرُجُ النَّاسُ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ، وَيُفَرِّقُ بَيْنَ السُّعَدَاءِ وَالْأَشْقِيَاءِ، وَمَنْ يُوَالِيْ وَمَنْ يُعَادِيْ، وَالدِّيْنُ كُلُّهُ تَابِعٌ لِهَذَا، وَكُلُّ مُسْلِمٍ مُحْتَاجٌ إِلَى مَعْرِفَةِ ذَلِكَ Kosa kata “iman” tersebut berulang kali…

Baca Semua

Pengertian Iman (Sayyid Qutb)

Pengertian Iman Menurut Sayyid Qutb مَفْهُوْمُ الْإِيْمَانِ عِنْدَ سَيِّد قُطْب Saat menafsirkan ayat berikut, Sayyid Qutb – rahimahullah – berkata: يَقُوْلُ شَهِيْدُ الْإِسْلَامِ اَلْأُسْتَاذُ “سَيِّد قُطْب” رَحِمَهُ اللهُ فِيْ تَفْسِيْرِ قَوْلِهِ تَعَالَى: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu…

Baca Semua

Pengertian dan Makna Iman (Yusuf Qaradhawi)

Pengertian dan Makna Iman menurut DR. Yusuf al-Qaradhawi مَفْهُوْمُ الْإِيْمَانِ وَمَعْنَاهُ عِنْدَ الْقَرْضَاوِيِّ iman itu bukanlah semata-mata pernyataan seseorang dengan lidahnya, bahwa dia orang beriman (mukmin), … إِنَّهُ لَيْسَ مُجَرَّدَ إِعْلَانِ الْمَرْءِ بِلِسَانِهِ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ، Sebab, betapa banyak orang-orang munafik yang menyatakan: “kami telah beriman”, pernyataan dengan lidahnya, sementara hatinya…

Baca Semua